SportlinkNews - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menatap babak kedua China Masters 2025 dengan penuh kesiapan. Lawan yang akan dihadapinya adalah pemain Taiwan, Lin Chun-Yi.
Menghadapi Lin Chun-Yi, permainan diprediksi akan berlangsung ketat dan sengit. Meskipun secara head to head Jonatan punya keunggulan.
Dua kali bertemu di pertandingan resmi, Lin Chun-Yi belum pernah bisa mengalahkan Jonatan. Pertemuan terakhir mereka terjadi di India Open 2025, di mana Jonatan menang dengan skor tiga gim.
Baca Juga: Liga Champions: Arne Slot Pastikan Alexander Isak Turun Laga Melawan Atletico Madrid
Jonatan mengakui bahwa kecepatan adalah senjata utama Lin Chun-Yi, dan kondisi lapangan seperti yang mereka hadapi sekarang akan jadi faktor penting.
"Besok bertemu Lin Chun-Yi, tidak mudah karena dia punya kecepatan dan dengan kondisi di lapangan seperti ini saya harus siap habis-habisan meladeni permainan dia," ujar Jonatan usai pertandingan di Shenzhen Arena, Cina, Rabu, 17 September 2025.
Menurut Jonatan, adaptasi terhadap kondisi angin dan tempo shuttlecock juga menjadi bagian dari strategi yang harus diperhitungkan.
Baca Juga: Penalti Mohamed Salah Bawa Liverpool Jadi Raja Gol Kemenangan di Menit-menit Akhir
"Saya juga mewaspadai kebangkitannya nanti. Jangan sampai dia bisa memberikan kejutan yang tidak bisa diantisipasi saya," jelas Jonatan.
Sayangnya, Jonatan harus berjuang sendiri setelah dua kompatriotnya Alwi Farhan dan Anthony Sinisuka Ginting langkahnya langsung terhenti lebih awal.
Ginting sebenarnya hampir saja mengikuti jejak Jonatan, tapi momentumnya hilang di dua poin terakhir pada gim pertama.
Ginting pun kalah 19-21, 21-5, 10-21 atas wakil Malaysia, Leong Jun Hao.
Baca Juga: Usai Dilantik Jadi Menpora RI Erick Thohir Bakal Berkoordinasi dengan FIFA
Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu mengaku bila masih kesulitan menjaga konsistensi permainan.
Pada gim pertama, Ginting sempat tertinggal cukup jauh, namun, arahan dari sang pelatih, Irwansyah saat interval membuatnya mampu mengubah strategi dan memperkecil ketertinggalan. Sayangnya, momentum itu hilang di poin-poin krusial.
"Gim pertama sempat tertinggal jauh tapi setelah interval dapat arahan dari Koh Indra untuk mencoba mengubah strategi dan berhasil banyak dapat poin. Tapi sayang setelah mengejar, momentumnya hilang di dua poin terakhir," ungkap Ginting.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Fokus Transformasi Olahraga Nasional dan Dukung Total Timnas Sepak Bola
Ginting tidak menampik bahwa performanya belum sepenuhnya kembali semenjak paska cedera. Dari lima turnamen yang sudah diikuti, ia masih belum merasakan kemenangan.
"Tidak ada terpikirkan bahwa setelah comeback saya belum merasakan kemenangan, tapi memang sampai turnamen kelima ini feeling dan cara main belum kembali 100% seperti dulu. Ini yang masih jadi pekerjaan rumah," tuturnya.
Artikel Terkait
China Masters 2025: Putri KW Jaga Tren Positif, Amallia/Lanny Masih Perlu Waktu
Hasil China Masters 2025: Alwi Kandas dari Unggulan Tuan Rumah
Hasil China Masters 2025: Jafar/Felisha Jatuh Bangun Taklukkan Wakil Jepang
Hasil China Masters 2025: Shuttlecock Jadi Kunci Jonatan Melaju ke Babak 16 Besar
Langkah Manis Amri/Nita, Langkah Pahit Adnan/Indah di China Masters 2025