Djarum Foundation Kembali ke Indonesia Open, Siap Angkat Kualitas Turnamen Super 1000

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 21 September 2025 | 18:55 WIB
The Istora Boy, Andres Antonsen dari Denmark kembali menyentuh final Indonesia Open 2025. Dia akan bertemu lagi dengan Chou Tien Chen, mengulang final 2019.
The Istora Boy, Andres Antonsen dari Denmark kembali menyentuh final Indonesia Open 2025. Dia akan bertemu lagi dengan Chou Tien Chen, mengulang final 2019.

SportlinkNews - Setelah absen selama enam tahun menangani penyelenggaraan turnamen BWF World Tour di Indonesia, Djarum Foundation bersiap untuk kembali menangani Indonesia Open 2026.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Director Djarum Foundation Victor Hartono di GOR Djati, Kudus, saat penyelenggaraan Superliga Junior 2025, Sabtu, 20 September kemarin. 

Menurutnya, pihaknya sudah menandatangani kesepakatan dengan pihak PBSI selaku pemilik title kejuaraan.

Baca Juga: Persib Bandung Diminta Fokus, Arema FC Jadi Ancaman Serius Kata Bojan Hodak

"Sekarang kami bisa berkoordinasi baik dengan PBSI saat ini dan mereka sudah setuju untuk bekerja sama," ucap Victor. 

Indonesia Open terakhir yang ditangani oleh Djarum Foundation adalah pada 2019 lalu. Di bawah Djarum Foundation, penyelenggaraan Indonesia Open terpilih sebagai gelaran turnamen Super 1000 terbaik selama empat tahun berturut-turut. 

Indonesia Open masuk menjadi salah satu turnamen tertinggi yang diakui oleh BWF, selain All England, Malaysia Open, dan China Open. Turnamen ini pertama kali digelar pada 1982 di Jakarta dan terus berlangsung hingga kini. 

Baca Juga: Ilia Topuria Tantang Terence Crawford, Michael Chiesa Sebut Bukan Ide Baik

Dari tahun ke tahun, turnamen paling akbar dan sekaligus terbaik di Tanah Air ini terselenggara tanpa pernah putus dan terus meningkat kualitas dan hadiahnya.

Ajang Indonesia Terbuka layaknya sebuah pesta besar yang saban tahun selalu ditunggu-tunggu publik bulutangkis di Tanah Air.

Pada awal penyelenggaraan, turnamen Indonesia Terbuka oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), masuk dalam kategori grand prix dengan level bintang enam. Artinya, ini adalah salah satu turnamen internasional terbesar yang masuk dalam kalender BWF.

Baca Juga: Ilmu Tenis: Bagaimana Pemain dan Raket Bekerja Sama

Ajang level grand prix ini sempat berlangsung di berbagai kota besar di Tanah Air. Selain Jakarta, juga sempat berlangsung di Pontianak, Samarinda, Semarang, Yogyakarta, Solo, Denpasar, Surabaya, dan Batam.

Namun, seiring perubahan yang diterapkan BWF, predikat turnamen Indonesia Terbuka pun berubah.

Mulai 2007 hingga 2010, oleh BWF turnamen ini masuk dalam level super series dan selalu digelar di Jakarta. Sejak 2011, naik kelas lagi menjadi turnamen super series premier dengan hadiah terbesar hingga 2017,

Baca Juga: Hasil Super League: Persita Tumbangkan Persijap, Bungkus Kemenangan dengan 10 Pemain

Namun, mulai 2018 BWF kembali mengubah status turnamen.

Ajang Indonesia Terbuka masuk dalam kategori Grade 2 Level 2 dengan predikat BWF World Tour Super 1000, yang merupakan salah satu turnamen internasional berhadiah terbesar. Pemain dengan rangking terbaik dunia wajib mengikuti turnamen ini.

Selain Indonesia Open 2026, gelaran lain yang akan didukung oleh Djarum Forundation di tahun depan yakni Indonesia Masters, Sirnas, Kejurnas, dan World Junior Championship. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: djarumbadminton.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X