Fajar menilai pertahanan Kim/Seo begitu rapat dan sulit ditembus.
Baca Juga: Frenkie de Jong Saingi Ronald Koeman Jadi Pemain Belanda yang Terbanyak Membela Barcelona
Bahkan keunggulan Fajar/Fikri di permainan depan sudah diantisipasi dengan baik oleh pasangan Korea.
“Pertahanan mereka sangat luar biasa. Saya juga beberapa kali membuat kesalahan sendiri di poin kritis,” ungkapnya.
Menurut Fajar, kualitas permainan Kim/Seo saat ini berada di level tertinggi.
Baca Juga: Operasional Spotify Camp Nou Tinggal Menunggu Pemberian Izin, Skuat Barcelona Siap Balik Kandang
Untuk bisa mengimbangi, diperlukan fokus penuh sejak awal hingga akhir pertandingan, bukan sekadar modal teknik, fisik, atau stamina.
“Kami sudah mencoba menjalankan strategi dengan fokus penuh, tapi hasilnya belum berpihak kepada kami,” katanya.
Fajar juga menyoroti catatan impresif lawan mereka musim ini.
Kim/Seo berhasil meraih delapan gelar sepanjang 2025, termasuk gelar bergengsi All England dan Kejuaraan Dunia.
“Tahun ini benar-benar golden age untuk mereka. Gelar-gelar itu membuat mereka makin percaya diri, selain kualitas permainan yang memang sangat bagus,” ujar Fajar.
Sementara itu, Fikri menyebut kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi.
Baca Juga: Tekad Kuat Persija Petik Tiga Poin di Kandang Borneo FC, Rayhan Hannan: Kami Tidak Takut
Ia menilai stamina dan fokus permainan perlu ditingkatkan agar bisa bersaing di level tertinggi.
Artikel Terkait
Persib Kalah, Bojan Hodak Malah Puji Kiper Persita
Atletico 5-2 Real Madrid: Alonso Bereaksi atas Kekalahan Pertama yang Menyakitkan
Man City Melesat ke 5 Besar Liga Primer, Maxime Esteve Jadi Pendosa
Raul Asencio Dituduh Terlibat Dalam Penyebaran Video Konten Asusila
Sport Science Jadi Kunci UMS dalam Pembinaan dan Regenerasi Atlet