Razif menilai, upaya untuk menjadikan Chia/Soh seperti Kim/Seo melalui program latihan intensif tidak akan banyak membantu.
Baca Juga: Pelatih Alaves Terkejut Facundo Garces Terlibat Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Timnas Malaysia
Jika dipaksakan, justru bisa menimbulkan antiklimaks dan menghambat target jangka panjang pasangan Malaysia itu di Olimpiade Los Angeles 2028.
“Jika Chia/Soh dipaksa bermain dengan gaya seperti pemain Korea, besar kemungkinan mereka akan cedera."
"Itu tentu tidak baik untuk tujuan jangka panjang mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Presiden Barcelona Dituduh Melakukan Penipuan Terkait Komisi Transfer
Bagi Razif, kunci bagi Chia/Soh adalah menjaga konsistensi, bukan sekadar meraih banyak gelar.
Target utama mereka adalah medali emas Olimpiade 2028, dan untuk itu keduanya harus menjaga kondisi tetap prima.
“Cukup bagus bila mereka bisa memenangkan satu atau dua gelar setiap tahunnya. Selebihnya adalah bonus."
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Liverpool Tak Goyah Meski Tersandung di Palace
"Yang terpenting, mereka tetap masuk empat besar turnamen World Tour dan unggul dari pasangan muda yang tengah naik daun,” kata Razif.
Ia juga menegaskan, Chia/Soh sudah memiliki prestasi besar dengan gelar juara dunia pada 2022.
Kini, fokus mereka sebaiknya diarahkan untuk menjaga performa berkualitas serta bebas dari cedera hingga menuju Olimpiade 2028.
Baca Juga: Raja Pound-for-Pound Terence Crawford Ditodong Senjata oleh Polisi
Dengan strategi itu, Chia/Soh diharapkan bisa menjaga statusnya sebagai andalan Malaysia dan bersaing di level tertinggi dunia meski berada di bawah bayang-bayang dominasi pasangan Korea Selatan.
Artikel Terkait
Menang Telak, Hamdanus Pimpin KONI Sumbar
Kante Cuek Lewati Ronaldo, Tanpa Melirik Bikin Penggemar Tertawa
Malaysia Curiga Indonesia di Balik Sanksi FIFA, Menpora Erick Thohir Beri Jawaban Menohok
Klasemen Serie A: Tiga Klub Berbagi Poin di Puncak, De Bruyne Kirim Pesan Kepada Modric
Pertandingan Valencia Vs Real Oviedo Ditunda karena Peringatan Cuaca