Selain meraih gelar Super 750 yang prestisius, ia juga akhirnya berhasil mengalahkan Wang Zhi Yi untuk pertama kalinya dalam tujuh pertemuan di babak final.
“Teriakan saya saat memenangkan laga itu benar-benar tidak bisa digambarkan dengan kata-kata,” ungkap An Se-young dalam wawancaranya yang dikutip dari laman resmi BWF Badminton.
Baca Juga: Awal Sulit Red Sparks di Liga Voli Korea 2025, Serangan Sayap Tak Lagi Menakutkan
“Saya bangga pada diri sendiri. Kepercayaan diri adalah senjata terbaik di momen seperti ini.”
An juga mengakui bahwa faktor pemulihan fisik menjadi kunci penting dalam performanya kali ini.
Usai pertarungan melelahkan melawan Chen Yu Fei di semifinal, ia harus cepat memulihkan kondisi untuk tampil maksimal di final.
Baca Juga: Waspada! Timnas U-17 Indonesia Berpotensi Diuji “Titisan Neymar” di Piala Dunia U-17 2025
“Saya sedikit lebih muda dari Wang, jadi pemulihan saya lebih cepat,” ujarnya.
“Saya berusaha untuk tidak melakukan kesalahan, terus berlari, dan pantang menyerah."
"Akurasi tembakan di sudut lapangan menjadi fokus saya,” tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Borong Empat Gelar di Indonesia Masters II 2025, PBSI Puji Pembinaan Atlet
Dengan kemenangan ini, An Se-young menambah koleksi gelar juaranya menjadi sembilan sepanjang tahun 2025.
Konsistensi dan daya juangnya membuatnya semakin tak tergoyahkan di puncak peringkat tunggal putri dunia versi BWF.
Setelah mengukir prestasi gemilang di Prancis, An Se-young berencana beristirahat sejenak dan akan absen dari turnamen Hylo Open 2025, sebelum kembali melanjutkan perjuangannya di kompetisi berikutnya.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Temperamental, Marcus Sorg Mengakui Terpengaruh oleh Atmosfer El Clasico
Juventus Dilanda Krisis, Del Piero Ungkap Masalah Besar
Sepatu Pernikahan Putri Diana Menampilkan Rahasia yang Tersimpan dalam Payet dan Mutiara
Lando Norris Memimpin Perebutan Gelar Juara dengan Kemenangan Meyakinkan di F1 Mexico City GP
Angkat Besi Persembahkan Emas Kedua, Muhamad Rijal Abdilah: Berikutnya Olimpiade