SportlinkNews - Dari hasil review terbaru, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menyatakan cabang andalan Indonesia, bulutangkis, akan melakukan perubahan pemain untuk skuat SEA Games 2025 di Thailand.
Menurutnya, pihaknya sepakat dengan PBSI untuk menurunkan atlet-atlet terbaik guna menyesuaikan dengan langkah negara pesaing utama Indonesia seperti Malaysia dan Thailand yang memastikan akan turun dengan skuad utama mereka.
Padahal sebelumnya PBSI memutuskan untuk menurunkan mayoritas pemain muda pada SEA Games 2025 Thailand, 7-14 Desember mendatang.
Baca Juga: Kalah dari Umar Nurmagomedov, Mario Bautista Justru Dapat Janji Duel Seru dari UFC
PBSI menegaskan bahwa skuad muda ini merupakan bagian dari regenerasi yang kini sedang dilakukan federasi bulutangkis Indonesia tersebut.
"Kami sepakat dengan PBSI akan ada beberapa pergantian pemain agar yang terbaik bisa tampil. Saat ini sedang dalam proses pengusulan perubahan dari PB ke KOI, dan kami ikut mengawal proses administrasinya," ujar Surono di Kemenpora, Kamis, 6 November 2025.
Pihak PBSI ketika ditanya apakah benar akan melakukan perubahan skuad belum bisa menjawabnya.
Baca Juga: Islam Makhachev Puncak Performa, Abdelaziz: Lawan Sparingnya seperti Amatir
Karena yang jadi pertanyaan apakah bisa untuk melakukan pergantian pemain bila namanya tidak masuk dalam long list yang sebelumnya telah didaftarkan ke Panitia SEA Games 2025 pada batas akhir "entry by name", September lalu.
Tim bulutangkis Indonesia yang didaftarkan saat ini berkekuatan 20 pemain, yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri.
Di sektor putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana ditunjuk memimpin skuat bersama sejumlah nama muda seperti Alwi Farhan, Jafar Hidayatullah, dan Amri Syahnawi.
Sementara itu, sektor putri akan Baca Juga: Pengamat Sepak Bola: Pelatih Timnas Indonesia Harus Kuasai Peta Kekuatan Asia
dipimpin oleh Putri Kusuma Wardani, tunggal putri peringkat tujuh dunia, yang akan bertandem bersama pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Bila ada perubahan yang memungkinkan adalah membawa masuk nama Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atau Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di ganda putra, serta Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda putri.
Jika memang terjadi perubahan, diperkirakan ini karena Tim Review masih mencari tambahan peluang medali emas dari cabang bulutangkis ini.
Baca Juga: PSSI Didesak Segera Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia Sebelum Januari 2026
Karena dengan kekuatan 20 pemain muda saat ini, bulutangkis hanya menjanjikan target satu medali emas.
Di cabang bulutangkis ada 7 emas yang diperebutkan. Beregu putra dan putri, serta perorangan tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran.
Seperti diketahui, saat ini potensi emas Indonesia yang sudah terpetakan baru 78 medali emas.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Dinilai Cukup Kuat Tanpa Pemain Naturalisasi
Sementara, berdasarkan perhitungan dibutuhkan sekitar 13,84 hingga 15,90 persen dari total 577 medali yang diperebutkan di 52 cabang olahraga agar Indonesia bisa finis di posisi tiga besar.
Bila mengacu pada presentase tersebut, maka minimal Indonesia membutuhkan 79-91 medali emas untuk bisa mencapai posisi tiga besar. Sehingga masih butuh banyak analisis untuk mencari sisa medali emas yang dibutuhkan.
Artikel Terkait
Indra Sjafri Jadikan FIFA Matchday November Sebagai Simulasi Strategis Menuju SEA Games 2025
Kemenpora Tuntaskan Review 35 Cabor, Target Tiga Besar di SEA Games 2025 Masih On Track
Usai Putus Kontrak dengan Klub Turki, Megawati Fokus ke Timnas SEA Games 2025
PBSI Andalkan Skuad Muda di SEA Games 2025
Menuju SEA Games 2025: Kemenpora Cari Tambahan Medali Demi Target Tiga Besar