SportlinkNews - Proses review dan sinkronisasi hasil pelatnas jelang SEA Games 2025 sudah rampung pada 31 Oktober lalu.
Namun, tim review Kemenpora masih terus bekerja untuk mencari potensi medali tambahan, supaya peluang Indonesia untuk finis di posisi tiga besar sesuai target pemerintah tetap terbuka.
Proses ini melibatkan pembahasan mendalam dengan berbagai Pengurus Besar (PB) cabang olahraga, termasuk perbandingan hasil pelatnas sejak pasca-Olimpiade 2024 dengan capaian negara pesaing di tiap nomor pertandingan.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Dinilai Cukup Kuat Tanpa Pemain Naturalisasi
Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora, Surono menjelaskan bahwa cabang olahraga terukur, seperti atletik dan renang, lebih mudah dianalisis. Sedangkan cabang beregu dan beladiri membutuhkan waktu evaluasi lebih lama.
Secara teknis, Indonesia meraih 87 medali emas pada SEA Games 2023. Namun, beberapa nomor unggulan tidak akan dipertandingkan di SEA Games 2025, sehingga Indonesia berpotensi kehilangan 41 emas dari total sebelumnya.
Meski begitu, ada peluang tambahan dari nomor-nomor yang sebelumnya tidak dilombakan di Kamboja, yang kini kembali hadir, dengan potensi 32 medali emas.
Baca Juga: Ducati Dinilai Bergantung pada Marquez, Ini Tanggapan Michele Pirro
"Jadi peluang medali realistis kita ada 78 medali emas, 46 medali dari cabor di Kamboja dan potensi 32 medali dari cabor Thailand," kata Surono.
"Namun, kita masih butuh tambahan medali untuk memenuhi target, karena dibutuhkan sekitar 13,84 hingga 15,90 persen dari total 577 medali yang diperebutkan di 52 cabang olahraga agar Indonesia bisa finis di posisi tiga besar," tambahnya.
Bila mengacu pada presentase tersebut, maka minimal Indonesia membutuhkan 79-91 medali emas untuk bisa mencapai posisi tiga besar. Sehingga masih butuh banyak analisis untuk mencari sisa medali emas yang dibutuhkan.
Baca Juga: Piala Dunia U-17 2025: Jelang Laga Berat, Nova Arianto Matangkan Skema dan Mental Timnas U-17 Lawan Brasil
Sejauh ini, menurut Surono, tidak ada kesulitan berarti untuk mencari potensi tambahan untuk medali emas.
Hanya saja, imbuhnya, terkadang PB (pengurus besar) cabang olahraga suka mentargetkan hasil tinggi, tapi tidak realistis bila melihat berdasarkan peta persaingan.
"Untuk mencari potensi tambahan, seluruh data atlet kami cek ulang guna melihat kemungkinan pergantian demi membuka peluang emas. Probabilitasnya dibagi menjadi 100%, 75%, 50%, dan 25%, terutama bagi cabang yang tidak bersifat terukur," ungkapnya.
Baca Juga: Meski Cedera, Kai Wun Tee Tegaskan Siap Bertarung di Kumamoto Masters 2025
Proses analisis dan sinkronisasi ini akan berjalan hingga pekan depan. Surono memperkirakan hasil analisis bisa diketahui sekitar 89–90 persen dalam minggu ini.
Setelah mendapatkan hasil pasti, tim review akan melaporkannya ke Menteri Pemuda dan Olahraga untuk dibahas dalam rapat pleno, sekaligus menetapkan target medali dan jumlah atlet yang akan diberangkatkan.
Surono menambahkan, pihaknya tetap menghargai optimisme PB, namun semua keputusan harus berdasarkan data dan peluang realistis.
Baca Juga: El Hadji Diouf Bermasalah Lagi, Kini Terancam Penjara di Senegal
"Untuk jumlah akhir atlet, daftarnya sudah masuk ke panitia SEA Games. Sekarang tinggal memastikan siapa saja yang benar-benar punya peluang medali. Dari situ, jumlah atlet bisa berubah, bertambah atau berkurang, sesuai hasil evaluasi dari KOI," ujarnya.
Sebelumnya, Menpora memaparkan dengan tambahan anggaran SEA Games menjadi Rp60 miliar, maka diperkirakan kontingen Indonesia bisa berkekuatan 700-800 atlet untuk 52 cabang olahraga yang akan diikuti tim Merah Putih.
Artikel Terkait
Indra Sjafri Jadikan FIFA Matchday November Sebagai Simulasi Strategis Menuju SEA Games 2025
Kemenpora Tuntaskan Review 35 Cabor, Target Tiga Besar di SEA Games 2025 Masih On Track
Usai Putus Kontrak dengan Klub Turki, Megawati Fokus ke Timnas SEA Games 2025
PBSI Andalkan Skuad Muda di SEA Games 2025
PSSI Fokus Total untuk SEA Games; Bantah Keras Rumor Pelatih STY dan Ajak Semua Pihak Move On