Evaluasi Jonatan Christie Setelah World Tour Finals 2025, Fokus Bebas Cedera

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 22:30 WIB
Jonatan Christie mengungkap resolusi 2026 usai menjadi juru kunci Grup A BWF World Tour Finals 2025 dan menargetkan kondisi bebas cedera. (PBSI)
Jonatan Christie mengungkap resolusi 2026 usai menjadi juru kunci Grup A BWF World Tour Finals 2025 dan menargetkan kondisi bebas cedera. (PBSI)

SportlinkNews - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, angkat bicara mengenai evaluasi diri sekaligus resolusinya menyambut musim 2026 setelah menuntaskan kiprah di ajang BWF World Tour Finals 2025.

Turnamen penutup musim tersebut menjadi catatan penting bagi pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo, meskipun hasil yang diraih belum sesuai harapan.

Jonatan harus mengakhiri persaingan di posisi juru kunci Grup A setelah menelan tiga kekalahan.

Baca Juga: Target 4 Emas Gagal, Menpora Malaysia Nilai Rexy Mainaky Tak Perlu Disalahkan

Pada laga terakhir fase grup, pebulu tangkis berusia 28 tahun itu berhadapan dengan wakil Prancis, Christo Popov.

Sejak pertandingan tersebut dimulai, peluang Jonatan untuk melaju ke semifinal memang sudah tertutup.

Kendati demikian, Jojo menegaskan bahwa dirinya tetap berupaya tampil maksimal hingga laga terakhir.

Baca Juga: SEA Games 2025: Martina Ayu Pratiwi Sambar 5 Medali Emas, Ini Kata Pengamat Olahraga

“Meski sudah dipastikan tidak lolos, tetapi saya melakukan tugas saya,” ujar Jonatan, dikutip dari laman resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Jonatan untuk tetap profesional, sekalipun berada dalam situasi sulit.

Lebih lanjut, Jonatan mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikannya, terutama terkait performa di pertandingan-pertandingan krusial.

Baca Juga: Persib Incar Hasil Positif, Bojan Hodak Akui Pertahanan Bhayangkara FC Kuat

Menurutnya, tekanan dan ekspektasi tinggi kerap menjadi tantangan tersendiri saat tampil di turnamen besar.

“Mungkin, lebih ke pertandingan-pertandingan yang besar, itu ada tekanan dan harapan, masih perlu dipelajari serta dipikirkan ...” tutur Jonatan.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X