Fokus All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Optimalkan Aklimatisasi di Inggris

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 26 Februari 2026 | 22:43 WIB
Pebulutangkis Indonesia melakukan latihan bersama di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris untuk aklimatisasi menuju turnamen All England 2026 di Birmingham pekan depan. (PBSI)
Pebulutangkis Indonesia melakukan latihan bersama di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris untuk aklimatisasi menuju turnamen All England 2026 di Birmingham pekan depan. (PBSI)

SportlinkNews - Tim bulutangkis Indonesia mematangkan persiapan jelang tampil di ajang bergengsi All England Open 2026 yang akan berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, 3-8 Maret mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa All England merupakan salah satu turnamen paling krusial dalam kalender program pelatnas.

Ajang level Super 1000 itu tidak hanya menjadi target prestasi tahunan, tetapi juga bagian dari peta jalan menuju Olimpiade.

Baca Juga: Hasil Super League: Persib Cukur Madura United, Ramon Tanque Cetak Brace

"All England masuk dalam agenda utama kami. Turnamen elite seperti ini menjadi parameter untuk melihat peluang dan perkembangan atlet, terutama dalam peta persaingan menuju Olimpiade," ujarnya.

Sebagai bagian dari persiapan, pasukan Merah Putih menjalani aklimatisasi di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris.

Lokasi ini dipilih karena jaraknya relatif dekat dari Birmingham serta memiliki fasilitas lengkap yang mendukung pemulihan dan latihan intensif.

Baca Juga: Peluang Masih Terbuka! Kemenpora Perpanjang Pendaftaran Deputi Industri Olahraga

Manajer tim, Shendy Puspa Irawati, menyebut fasilitas di Milton Keynes sangat ideal. Selain memiliki 10 lapangan latihan, area tersebut juga dilengkapi pusat kebugaran, restoran, dan penginapan yang nyaman dalam satu kawasan.

"Semua fasilitas berdekatan, jadi hampir seperti di Pelatnas Cipayung. Ini memudahkan atlet untuk fokus latihan dan istirahat," jelasnya.

Ditambahkan Eng Hian, keputusan menggelar training camp di Inggris merupakan hasil diskusi panjang dengan jajaran pelatih dan pimpinan PBSI.

Baca Juga: Kemenpora Siapkan Kanal Khusus, Atlet Korban Kekerasan Diminta Berani Melapor

Opsi mengikuti turnamen di Jerman sempat dipertimbangkan sebagai bagian dari adaptasi. Namun, akhirnya diputuskan aklimatisasi dilakukan tanpa mengikuti kompetisi tambahan.

"Kalau lewat turnamen, kami khawatir fokus terpecah. Dengan training camp, adaptasi terhadap perbedaan waktu dan kondisi bisa maksimal, tetapi konsentrasi tetap sepenuhnya ke All England," katanya.

Program ini hanya diikuti atlet pelatnas. Sementara pemain non-pelatnas yang tampil di All England tidak bergabung dalam agenda aklimatisasi tersebut.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X