SportlinkNews - Dua wakil Indonesia meraih hasil berbeda pada babak pertama All England 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Selasa, 3 Maret 2026.
Ganda putra menempatkan wakil pertama Merah Putih di babak kedua, sementara ganda putri kehilangan satu pasangan.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses melangkah ke babak berikutnya setelah menundukkan pasangan Korea, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, dengan skor 17-21, 21-12, 21-19.
Baca Juga: Jadwal Lengkap NBA 2026: Play-In 14 April, Final Mulai 3 Juni
Raymond mengaku bersyukur bisa menyelesaikan laga tanpa cedera dan meraih kemenangan di turnamen bergengsi tersebut.
Ia menyebut pada gim pertama mereka kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang kalah angin sehingga kontrol permainan belum maksimal.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia mulai menemukan pola permainan yang tepat. Momentum itu berlanjut di gim ketiga. Meski sempat tertinggal, Raymond/Nikolaus mampu membalikkan keadaan.
Baca Juga: Victoria Beckham Bocorkan Aksesori Kunci Musim Semi 2026 Lewat Penampilan Elegan
"Kami sempat hilang fokus di akhir dan lawan mengubah pola bola pertama dan kedua sehingga cukup keteteran," tutur Raymond. Ia juga menilai atmosfer All England sangat berbeda, termasuk warna karpet abu-abu yang memberi nuansa tersendiri.
Nikolaus menambahkan, saat tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, mereka mencoba fokus meraih poin demi poin.
Hasilnya, mereka mampu meraih tujuh hingga delapan angka beruntun. Pada kedudukan 19-19, Nikolaus mengambil risiko dengan melakukan flick servis yang berbuah poin krusial.
Baca Juga: Setelah Cedera dan Insiden Teknis, Trae Young Akhirnya Tampil untuk Wizards
"Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini," katanya tak percaya.
Sementara itu, hasil berbeda didapat sektor ganda putri. Sektor ini harus kehilangan satu wakilnya setelah hasil kurang memuaskan diraih Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Mereka harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan/Zhang Zhu Xian, dengan skor 16-21, 17-21.
Baca Juga: Hasil Super League: Diimbangi Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib
Rachel menyebut mereka kesulitan meredam variasi dan kekuatan serangan lawan. Selain itu, pertahanan dan penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan karena pasangan China jarang melakukan kesalahan sendiri.
"Kami belajar banyak dari pertandingan ini. Mereka salah satu ganda putri terbaik saat ini, terutama dari variasi pukulan saat menyerang maupun bertahan," ucap Rachel.
Ia mengaku sempat merasakan gugup karena ini menjadi penampilan perdananya di All England.
Baca Juga: Giannis Kembali di Momen Krusial, Bucks Kejar Tiket Play-In
Febi menambahkan, setelah tampil cukup baik hingga pertengahan gim pertama, mereka melakukan kesalahan beruntun yang dimanfaatkan lawan untuk mempercepat tempo serangan.
Artikel Terkait
Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Lane/Vendy Panaskan Atmosfer di Milton Keynes
Tuntaskan Aklimatisasi, Tim Indonesia Siap Tempur di All England 2026
Menanti Aksi Debutan Indonesia di All England 2026
Jalan Terjal Indonesia Sejak Babak Pertama All England 2026
Kerasnya Persaingan All England 2026, Dua Wakil Indonesia Langsung Angkat Koper di Babak Pertama