SportlinkNews - Tim bulutangkis Indonesia menuntaskan rangkaian program aklimatisasi di National Badminton Centre.
Kini para wakil Indonesia mengalihkan fokus penuh ke All England 2026, 3-8 Maret mendatang di Utilita Arena Birmingham.
Besok, Minggu, 1 Maret 2026, Indonesia yang berkekuatan 13 pemain akan bertolak menuju Birmingham.
Baca Juga: Chelsea Tantang PSG, Liam Rosenior Sebut Duel Fantastis
Latihan terakhir di Milton Keynes ini pun berjalan lancar, tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, memastikan kondisi tim dalam keadaan prima setelah melalui fase penyesuaian awal terhadap cuaca dan lingkungan di Inggris.
Menurut Putri, proses adaptasi berjalan tanpa hambatan berarti. Ia mengakui pada hari-hari pertama masih membutuhkan penyesuaian, namun kini kondisi fisik dan ritme permainan sudah kembali stabil.
Dalam sesi latihan terakhir, materi lebih difokuskan pada strategi dan pola permainan, menyesuaikan dengan calon lawan di babak pertama.
Baca Juga: Enrique Tegaskan PSG Fokus Laga, Bukan Balas Dendam ke Chelsea
"Latihan lebih difokuskan pada pola dan strategi permainan karena kami sudah mengetahui lawan di babak pertama. Jadi pelatih menekankan pada upaya mengantisipasi keunggulan lawan serta menentukan langkah yang harus dilakukan," sambung Putri.
Meski bukan kali pertama tampil di turnamen tertua di dunia tersebut, Putri mengaku tetap antusias. Namun, ia berusaha menjaga emosi dan fokus agar tidak berlebihan, sembari mempelajari kelebihan serta celah permainan lawan.
"Saya tentu sangat antusias bisa kembali tampil di All England, tetapi tidak boleh berlebihan, itu juga kurang baik. Untuk itu, saya berusaha menjaga pikiran dan suasana hati tetap nyaman, fokus mempelajari kelebihan dan kelemahan lawan," sahut Putri.
Baca Juga: Newcastle United Lawan Sulit, Barcelona Harus Bermain Maksimal
Berdasarkan hasil undian, Putri dijadwalkan menghadapi wakil Denmark, Mia Blichfeldt, pada babak pertama. Sejauh ini keduanya telah bertemu tiga kali, dengan Putri tertinggal tipis dalam rekor pertemuan.
Sementara itu, sektor ganda putri menargetkan penampilan terbaik pada All England 2026. Pelatih Karel Mainaky menilai persiapan yang matang menjadi bekal penting untuk meraih hasil maksimal.
"Dalam beberapa hari terakhir latihan, ada sejumlah pola permainan yang ingin saya terapkan dan syukurlah bisa dijalankan dengan baik dalam dua hari terakhir," ujar Karel.
Baca Juga: Persija Harus Jaga Momentum Saat Jamu Borneo FC
"Kondisi para pemain juga baik, proses adaptasi berjalan lancar. Jam tidur dan aktivitas mereka pun sudah kembali normal."
Ia berharap anak asuhnya mampu menunjukkan performa optimal dan, bila memungkinkan, menciptakan kejutan positif di turnamen tersebut.
Pada edisi kali ini, Indonesia menurunkan tiga pasangan ganda putri, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.
Baca Juga: 4 Petinju Inggris Dihabisi Rata, Oleksandr Usyk Bakal Melawan Raja Kickboxing
Berdasarkan hasil undian, Rachel/Febi langsung menghadapi tantangan berat melawan unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.
Sementara Febriana/Meilysa akan berjumpa pasangan Ukraina, Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, dan Fadia/Amallia ditantang duet Taiwan, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan.
Artikel Terkait
Debut di All England 2026, Raymond/Joaquin Tak Sabar Injak Karpet Abu-Abu Ikonik
Tancap Gas! Tim Pelatnas Berangkat Lebih Awal Demi Misi Besar di All England 2026
Fokus All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Optimalkan Aklimatisasi di Inggris
Genjot Adaptasi dan Uji Tanding, Indonesia Bidik Performa Maksimal di All England 2026
Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Lane/Vendy Panaskan Atmosfer di Milton Keynes