SportlinkNews - Suasana kompetitif namun hangat terasa di National Badminton Centre, Milton Keynes, Jumat, 27 Februari 2026.
Menjelang bergulirnya All England 2026, pada 3-8 Maret mendatang, ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjajal intensitas latihan bersama pasangan tuan rumah, Ben Lane/Sean Vendy.
Bukan sekadar sesi sparring biasa, latihan ini menjadi ajang saling mengukur kekuatan sekaligus bertukar energi positif. Ben tak menutup mata terhadap perkembangan duet Merah Putih yang kini menembus jajaran elite dunia.
Baca Juga: Performa Gacor, Brentford Perpanjang Durasi Kontrak Keith Andrews
"Mereka memulai dengan sangat baik. Dalam waktu sekitar enam bulan sudah berada di empat besar dunia. Kualitasnya jelas terlihat," ujar Ben.
Ia juga menyinggung pengalaman Fajar yang pernah menjuarai All England bersama pasangan sebelumnya sebagai modal penting untuk menjaga konsistensi di level tertinggi.
Dalam dua hari terakhir, Ben/Sean ikut bergabung dalam program latihan ganda putra Indonesia di bawah arahan Antonius Budi Ariantho dan Chafidz Yusuf. Variasi lawan tanding disebut Ben sebagai kebutuhan penting agar tidak terjebak rutinitas.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Liga Primer, Duel Sengit Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium di Pekan ke-28
"Kami selalu mencoba berlatih dengan pemain dari negara lain. Kalau setiap hari bertemu orang yang sama, polanya bisa terbaca. Situasi seperti ini membantu simulasi pertandingan jadi lebih realistis," jelasnya.
Ia bahkan membuka peluang untuk berlatih balik ke Indonesia, khususnya menjelang Indonesia Open.
Sean pun merasakan manfaat serupa. Menurutnya, intensitas yang ditunjukkan para pemain Indonesia memantik semangat kompetitif yang sehat.
Baca Juga: Yoo Jae-hoon Turun Gunung Latih Kiper Persijap Demi Bertahan di Super League
"Energinya berbeda. Semua tampil all out dan itu membuat latihan terasa hidup. Semoga mereka juga mendapatkan sesuatu dari kami," katanya.
Pujian itu berbalas. Fajar menilai Lane/Vendy sebagai pasangan dengan karakter Eropa yang solid dan disiplin, gaya yang jarang ditemui dalam sesi latihan reguler tim Indonesia.
"Mereka punya pola permainan yang safe dan rapi. Perkembangannya signifikan, apalagi sudah beberapa kali menembus fase akhir turnamen besar. Itu menunjukkan kepercayaan diri mereka meningkat," tutur Fajar.
Baca Juga: Atlet Terseksi di Dunia Bergaya di Milan Fashion Week
Fikri menambahkan, sparring tersebut memaksanya tampil maksimal. "Bukan hanya mereka yang dapat keuntungan, kami juga. Mereka bermain total, jadi kami ikut terpacu mengeluarkan kemampuan terbaik," ucapnya.
Saat ini, Tim Indonesia masih menjalani proses aklimatisasi di Milton Keynes sebelum bertolak ke Birmingham pada 1 Maret mendatang. Indonesia menargetkan satu gelar dari turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.
Selain itu, hasil ajang level Super 1000 ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kekuatan tim menuju Olimpiade 2028.
Artikel Terkait
13 Wakil Indonesia di All England 2026, Kekuatan Tunggal Minim
Debut di All England 2026, Raymond/Joaquin Tak Sabar Injak Karpet Abu-Abu Ikonik
Tancap Gas! Tim Pelatnas Berangkat Lebih Awal Demi Misi Besar di All England 2026
Fokus All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Optimalkan Aklimatisasi di Inggris
Genjot Adaptasi dan Uji Tanding, Indonesia Bidik Performa Maksimal di All England 2026