Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Lane/Vendy Panaskan Atmosfer di Milton Keynes

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 27 Februari 2026 | 21:21 WIB
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri berlatih bersama dengan Ben Lane/Sean Verdy di National Badminton Centre, Milton Keynes, Jumat, 27 Februari 2026. Ini bagian dari aklimatisasi. (PBSI)
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri berlatih bersama dengan Ben Lane/Sean Verdy di National Badminton Centre, Milton Keynes, Jumat, 27 Februari 2026. Ini bagian dari aklimatisasi. (PBSI)

SportlinkNews - Suasana kompetitif namun hangat terasa di National Badminton Centre, Milton Keynes, Jumat, 27 Februari 2026.

Menjelang bergulirnya All England 2026, pada 3-8 Maret mendatang, ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menjajal intensitas latihan bersama pasangan tuan rumah, Ben Lane/Sean Vendy.

Bukan sekadar sesi sparring biasa, latihan ini menjadi ajang saling mengukur kekuatan sekaligus bertukar energi positif. Ben tak menutup mata terhadap perkembangan duet Merah Putih yang kini menembus jajaran elite dunia.

Baca Juga: Performa Gacor, Brentford Perpanjang Durasi Kontrak Keith Andrews

"Mereka memulai dengan sangat baik. Dalam waktu sekitar enam bulan sudah berada di empat besar dunia. Kualitasnya jelas terlihat," ujar Ben.

Ia juga menyinggung pengalaman Fajar yang pernah menjuarai All England bersama pasangan sebelumnya sebagai modal penting untuk menjaga konsistensi di level tertinggi.

Dalam dua hari terakhir, Ben/Sean ikut bergabung dalam program latihan ganda putra Indonesia di bawah arahan Antonius Budi Ariantho dan Chafidz Yusuf. Variasi lawan tanding disebut Ben sebagai kebutuhan penting agar tidak terjebak rutinitas.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Liga Primer, Duel Sengit Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium di Pekan ke-28

"Kami selalu mencoba berlatih dengan pemain dari negara lain. Kalau setiap hari bertemu orang yang sama, polanya bisa terbaca. Situasi seperti ini membantu simulasi pertandingan jadi lebih realistis," jelasnya.

Ia bahkan membuka peluang untuk berlatih balik ke Indonesia, khususnya menjelang Indonesia Open.

Sean pun merasakan manfaat serupa. Menurutnya, intensitas yang ditunjukkan para pemain Indonesia memantik semangat kompetitif yang sehat.

Baca Juga: Yoo Jae-hoon Turun Gunung Latih Kiper Persijap Demi Bertahan di Super League

"Energinya berbeda. Semua tampil all out dan itu membuat latihan terasa hidup. Semoga mereka juga mendapatkan sesuatu dari kami," katanya.

Pujian itu berbalas. Fajar menilai Lane/Vendy sebagai pasangan dengan karakter Eropa yang solid dan disiplin, gaya yang jarang ditemui dalam sesi latihan reguler tim Indonesia.

"Mereka punya pola permainan yang safe dan rapi. Perkembangannya signifikan, apalagi sudah beberapa kali menembus fase akhir turnamen besar. Itu menunjukkan kepercayaan diri mereka meningkat," tutur Fajar.

Baca Juga: Atlet Terseksi di Dunia Bergaya di Milan Fashion Week

Fikri menambahkan, sparring tersebut memaksanya tampil maksimal. "Bukan hanya mereka yang dapat keuntungan, kami juga. Mereka bermain total, jadi kami ikut terpacu mengeluarkan kemampuan terbaik," ucapnya.

Saat ini, Tim Indonesia masih menjalani proses aklimatisasi di Milton Keynes sebelum bertolak ke Birmingham pada 1 Maret mendatang. Indonesia menargetkan satu gelar dari turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.

Selain itu, hasil ajang level Super 1000 ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kekuatan tim menuju Olimpiade 2028.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X