SportlinkNews - Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, menghadapi tantangan tersendiri dalam persiapan menuju Kejuaraan Asia 2026.
Cedera yang dialami Felisha membuat proses latihan mereka belum sepenuhnya optimal, khususnya dari sisi teknik permainan.
Felisha mengungkapkan bahwa dirinya masih dalam tahap pemulihan cedera siku yang sudah dirasakan sejak turnamen Indonesia Masters.
Baca Juga: Gagal Memperkuat Azzurri, Federico Chiesa Kembali ke Liverpool untuk Piala FA
Bahkan, kondisi tersebut sempat memburuk saat semifinal, hingga membuatnya kesulitan mengangkat tangan.
"Setelah Indonesia Masters, saya sempat total istirahat. Tangan benar-benar tidak digunakan. Latihan lebih banyak fokus ke fisik bawah, sementara bagian tangan hanya dengan intensitas rendah," ujar Felisha di Pelatnas PBSI, pertengahan pekan ini.
Ia menambahkan bahwa cedera tersebut bukanlah cedera baru, melainkan sudah ada sebelumnya dan dipaksakan untuk tetap bermain karena tanggung jawab di lapangan.
Baca Juga: Hasil Super League: Arema FC dan Malut United FC Berbagi Poin di Kanjuruhan
Kini, meski masih ada sedikit rasa sakit, kondisinya sudah jauh lebih terkontrol.
Setelah menjalani masa istirahat sekitar tiga minggu, Felisha pun mulai kembali berlatih di lapangan. Namun, ia mengakui masih ada rasa khawatir saat melakukan pukulan tertentu yang berpotensi memicu nyeri.
"Masih ada rasa takut, jadi selain fisik, saya juga sedang mengembalikan kepercayaan diri," katanya.
Baca Juga: Kembali Bermain Julio Cesar Bertekad Persib Harus Bisa Ambil Tiga Poin di Padang
Kondisi ini berdampak pada persiapan pasangan Jafar/Felisha yang dinilai belum maksimal, terutama dari aspek teknik.
Meski begitu, Felisha merasa progres yang mereka capai menjelang Kejuaraan Asia tetap lebih baik dibandingkan saat menghadapi tur Eropa sebelumnya.
"Persiapan memang tidak sampai satu bulan, ditambah ada libur Lebaran. Tapi sejauh ini terasa lebih baik. Masih ada sekitar tiga hari latihan untuk memaksimalkan yang ada," ungkap Felisha.
Baca Juga: Kiper Onana Sekali Lagi Jadi Masalah bagi Man Utd
Sementara itu, Jafar menegaskan bahwa mereka tidak ingin terbebani dengan potensi lawan di babak-babak selanjutnya, termasuk kemungkinan bertemu pasangan kuat seperti Jiang Zhenbang/Wei Yaxin maupun Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
"Kami tidak ingin melihat terlalu jauh. Fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya saja, karena semua lawan punya kekuatan yang seimbang," ucapnya lagi.
Keduanya menegaskan bahwa mereka tidak ingin terlalu memikirkan rekor pertemuan jika harus menghadapi pasangan yang secara statistik kurang menguntungkan.
Baca Juga: Mengapa Clint Meninggalkan Antitesis Sepatu Sepak Bola Modern
"Tidak ada yang tahu hasil di lapangan nanti. Siapa tahu kali ini kami bisa mengatasi mereka. Kami tetap ingin mencoba yang terbaik,” ucap Felisha yang diamini oleh Jafar.
Untuk target, pasangan ini memilih pendekatan realistis. Felisha menyebut bahwa target minimal adalah tidak lebih buruk dari pencapaian tahun lalu, yakni menembus semifinal.
Namun, dengan kondisi yang ada, mereka ingin melangkah secara bertahap tanpa memasang ekspektasi tinggi sejak awal.
Baca Juga: Barcelona di Ambang Dapat Pemain Bintang Gratisan dari Manchester City
"Dari pelatih memang sudah mengatakan inginnya minimal bisa mengulang pencapaiantahun lalu. Tapi kami berpikir dengan kondisi seperti ini yang penting fokus tiap babak, step by step lebih baik," tukasnya.
Di tengah kondisi cedera, komunikasi dan dukungan satu sama lain menjadi kunci kekuatan pasangan ini. Felisha mengakui peran Jafar sangat besar dalam menutupi kekurangannya saat kondisi tidak ideal.
Sebaliknya, Jafar menegaskan bahwa keduanya saling menguatkan, termasuk saat salah satu mengalami cedera.
Baca Juga: Manchester City Berupaya Melindungi Pemain Bintang di Tengah Minat Real Madrid
"Kalau saya cedera, Felisha juga pernah menyarankan untuk tidak memaksakan diri. Tapi selama masih bisa bermain, kami ingin tetap maksimal. Di level seperti ini, memang harus bisa beradaptasi dengan kondisi," imbuh Jafar.
Artikel Terkait
Kejuaraan Asia Dilepas, PABSI Total Siapkan Lifter ke Format Baru Asian Games
Tak Tampil di Kejuaraan Asia, Tim Angkat Besi Indonesia Tetap Percaya Diri Petakan Rival
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026
Bangkit dari All England, Fajar/Fikri Siap Tancap Gas di Kejuaraan Asia
Putri KW Bidik Podium, Bertekad Putus Tren Buruk di Kejuaraan Asia 2026