Kejuaraan Asia Dilepas, PABSI Total Siapkan Lifter ke Format Baru Asian Games

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 19 Februari 2026 | 21:10 WIB
Tampil dominan di kelas 73kg, Rahmat Erwin Abdullah raih tiga medali emas di Kejuaraan Asia Angkat Besi (AWC) 2025, Jiangshan, Cina, Minggu, 11 Mei 2025.
Tampil dominan di kelas 73kg, Rahmat Erwin Abdullah raih tiga medali emas di Kejuaraan Asia Angkat Besi (AWC) 2025, Jiangshan, Cina, Minggu, 11 Mei 2025.

SportlinkNews – Pengurus Pusat Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) memutuskan untuk tidak mengirimkan lifter ke Kejuaraan Asia Angkat Besi 2026 yang dijadwalkan berlangsung di India pada 1–10 April. 

Keputusan ini bukan tanpa alasan. PABSI memilih memusatkan seluruh program pada persiapan Asian Games 2026, yang akan menjadi panggung awal penerapan struktur kelas baru menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Manajer Timnas, Pura Darmawan, menegaskan absennya Indonesia bukan karena meremehkan level Kejuaraan Asia. Namun, regulasi kelas yang masih menggunakan format lama dinilai kurang relevan dengan target utama tim.

Baca Juga: 10 Tahun Pensiun, Legenda MMA Ronda Rousey Comeback ke Oktagon

"Bukan berarti kami mengabaikan Kejuaraan Asia. Tapi Asian Games sudah memakai kelas baru. Kami ingin atlet fokus beradaptasi penuh agar tidak setengah-setengah dalam proses transisi," ujarnya di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Pada Kejuaraan Asia 2026, total 16 kelas dipertandingkan, masing-masing delapan kelas putra dan delapan kelas putri.

Sektor putra melombakan 60kg, 65kg, 71kg, 79kg, 88kg, 94kg, 110kg, dan +110kg. Sedangkan di putri ada 48kg, 53kg, 58kg, 63kg, 69kg, 77kg, 86kg, dan +86kg.

Baca Juga: MotoGP Guru Racing 25/26 Telah Rilis, Balapan Prestisius Kini Hadir dalam Genggaman

Sementara itu, format baru yang akan dipakai di Asian Games memangkas dan menggeser sejumlah kelas. Untuk putra hanya ada 65kg, 75kg, 85kg, 95kg, 110kg, dan +110kg.

Artinya, kelas seperti 71kg, 79kg, 88kg, dan 94kg tidak lagi digunakan. Di sektor putri, kelas 61kg kini masuk sebagai bagian dari restrukturisasi menuju Olimpiade 2028.

Perubahan ini berdampak langsung pada strategi pembinaan. Lifter yang sebelumnya berlaga di 71kg atau 79kg kini harus menentukan langkah, turun berat badan atau naik untuk menyesuaikan diri ke 75kg atau 85kg.

Baca Juga: Emaxwell Souza Masih Kuasai Perebutan Gelar Top Skor Super League 2025/26

Adaptasi tersebut tak bisa instan dan menjadi prioritas utama dalam program latihan.

Sebagai pengganti Kejuaraan Asia, PABSI telah menyiapkan dua agenda progress test jelang Asian Games.

Formatnya dibuat menyerupai kompetisi resmi agar pelatih bisa mengukur kesiapan teknik, konsistensi angkatan, hingga ketahanan mental atlet. Selain itu, seleksi internal juga akan digelar untuk menyaring komposisi terbaik.

Baca Juga: Usai Dikalahkan Ratchaburi FC, Persib Ditantang Persita dan Madura United FC di Kompetisi Super League

Monitoring performa pun dilakukan rutin setiap bulan melalui tes parameter fisik dan evaluasi capaian individu.

Sejak awal tahun, jajaran pelatih telah memetakan target per atlet dan menyusun periodisasi latihan yang disesuaikan dengan struktur kelas terbaru.

Dengan pendekatan ini, PABSI berharap para lifter tidak hanya siap tampil di Asian Games 2026, tetapi juga memiliki fondasi kuat menghadapi siklus panjang menuju Olimpiade 2028.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X