SportlinkNews - Di tengah bergugurannya sejumlah pasangan ganda putra Indonesia pada babak pertama Indonesia Open 2026, harapan tuan rumah di sektor ini belum sepenuhnya padam.
Dua wakil terakhir yang tersisa berhasil menjaga asa dengan melangkah ke babak kedua turnamen BWF level Super 1000 tersebut.
Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi salah satu penyelamat Merah Putih setelah tampil meyakinkan saat menghadapi wakil Jepang, Hiroki Nishi/Kakeru Kumagai, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.
Baca Juga: Ousmane Dembele Ditunjuk Jadi Duta Fesyen Global Jelang Piala Dunia 2026
Mereka menang dua gim langsung 21-9, 21-13.
Kemenangan itu terasa semakin spesial karena sekaligus menjadi ajang balas dendam bagi Raymond/Joaquin.
Pada pertemuan sebelumnya di Kaohsiung Masters 2025, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Jepang tersebut dalam pertarungan tiga gim yang ketat.
Baca Juga: Kelar Super League 2025/26 Empat Pemain Tinggalkan Bali United FC
Raymond mengungkapkan bahwa keberhasilan membalikkan keadaan tidak lepas dari proses evaluasi yang mereka lakukan setelah kekalahan tersebut.
"Kami menonton video permainan lawan, lalu belajar dari pertemuan sebelumnya. Kami evaluasi apa yang kurang dan apa yang perlu diantisipasi jika bertemu lagi," ungkap Raymond.
Persiapan yang lebih matang membuat Raymond/Joaquin tampil jauh lebih siap dibanding lawannya.
Baca Juga: MotoGP Hungaria: Mampukah Aprilia Mencatat Kemenangan di Balaton Park yang Dikuasai Marc Marquez?
Sejak awal pertandingan, mereka mampu mengendalikan tempo permainan dan tidak memberi banyak ruang bagi Nishi/Kumagai untuk mengembangkan serangan.
Joaquin mengaku kemenangan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang berkesan, terlebih karena diraih di hadapan ribuan pendukung Indonesia yang memadati Istora.
"Puji Tuhan bisa menang dan terhindar dari cedera. Hari ini permainan kami berjalan lancar dan bisa tampil all out. Suasana pertandingan luar biasa. Dukungan penonton benar-benar membuat saya semakin bersemangat," tambahnya.
Baca Juga: PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol Timnas Indonesia U-19 Kontra Myanmar
Meski menang cukup meyakinkan, Joaquin tetap memberikan apresiasi kepada lawannya. Menurut dia, pasangan Jepang tersebut merupakan pemain muda yang memiliki kualitas serangan yang berbahaya.
Di babak kedua, Raymond/Joaquin akan menghadapi unggulan kedua, asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Mereka melaju usai mengalahkan rekan senegaranya Junaidi Arif/Yap Roy King 21-15, 21-14.
Selain Raymond/Joaquin, tiket babak kedua juga diamankan pasangan unggulan keenam Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Baca Juga: Grup A Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Siap Menggoyang Benua Amerika
Namun berbeda dengan Raymond/Joaquin yang melaju relatif mulus, Sabar/Reza harus berjuang habis-habisan sebelum menyingkirkan pasangan Amerika Serikat non unggulan, Presley Smith/Chen Zhi Yi.
Dalam duel yang berlangsung ketat selama tiga gim, Sabar/Reza akhirnya menang 21-19, 13-21, 23-21. Melihat hasil ini, Sabar menilai persaingan di level Super 1000 kini semakin merata sehingga tidak ada lawan yang bisa dianggap mudah.
"Di level Super 1000 semua pasangan kualitasnya sudah merata. Siapa yang lebih siap, dia yang akan menjadi pemenang," kata Sabar.
Baca Juga: Rifat Sungkar Siapkan Generasi Penerus Motorsport Indonesia
Finalis Indonesia Open tahun lalu itu juga tidak ingin terlalu jauh memikirkan target. Meski memiliki ambisi melampaui pencapaian musim sebelumnya, Sabar memilih fokus menjalani turnamen satu pertandingan demi satu pertandingan.
"Tahun lalu kami bisa sampai final, tentu tahun ini ingin lebih baik. Tetapi kami harus fokus step by step di setiap babak. Mudah-mudahan apa yang diperjuangkan bisa berbuah manis," ujarnya.
Pada babak 16 besar, Sabar/Reza akan menghadapi pasangan muda Tiongkok, Huang Di/Liu Yang. Reza menyebut mereka sudah pernah bertemu sebelumnya sehingga memiliki gambaran mengenai karakter permainan lawan.
Baca Juga: Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi
"Mereka pemain muda dengan tenaga dan kecepatan yang bagus. Itu yang harus kami antisipasi," imbuh Reza.
Artikel Terkait
Alwi Farhan Singkirkan Lakshya Sen, Tantang Jonatan Christie di 16 Besar Indonesia Open 2026
Jonatan Christie Bidik Gelar Indonesia Open 2026, Awali Langkah dengan Kemenangan
Indonesia Open 2026: Ana/Trias Perpanjang Dominasi atas Pasangan India, Rachel/Febi Ikut Melaju
Banyak Kesalahan Sendiri, Leo/Daniel Tersingkir di Indonesia Open 2026
Fajar Sebut Kekalahan di Indonesia Open 2026 sebagai Penampilan Terburuk Bersama Fikri.