SportlinkNews - Bagi Jonatan Christie, Indonesia Open 2026 bukan sekadar turnamen kandang. Ajang level BWF World Tour Super 1000 di Istora Senayan itu menjadi salah satu sasaran utama yang ingin dituntaskannya musim ini.
Langkah pertama menuju target tersebut berhasil dilewati. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu memastikan tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan wakil Singapura, Jiang Heng Jason Teh, dua gim langsung 21-18, 21-15, Selasa, 2 Juni 2026.
Meski menang dalam dua gim, Jonatan mengaku pertandingan pembuka tidak pernah mudah.
Baca Juga: Grup I Piala Dunia: Norwegia Kembali ke Piala Dunia 2026, Era Haaland–Odegaard Dimulai
Selain harus menghadapi lawan yang sedang berkembang, ia juga perlu menyesuaikan diri dengan karakter lapangan dan atmosfer pertandingan di Istora.
"Pertandingan pertama selalu menjadi fase yang cukup krusial karena harus beradaptasi lagi dengan kondisi lapangan. Syukur saya bisa melewati pertandingan hari ini dengan cukup baik," ujarnya.
Pemain peringkat lima dunia itu menilai persiapannya menuju Indonesia Open berjalan lebih optimal setelah tersingkir lebih awal pada Singapore Open pekan lalu.
Baca Juga: Grup E Piala Dunia: Menanti Kebangkitan Jerman yang Tertidur
Walau kekalahan bukan hasil yang diharapkan, kondisi tersebut memberinya waktu tambahan untuk memulihkan kebugaran dan mempersiapkan diri menghadapi turnamen terbesar di Tanah Air.
Menurut Jonatan, jeda tersebut menjadi keuntungan tersendiri di tengah padatnya kalender kompetisi internasional.
"Kekalahan di Singapore Open memang tidak diinginkan, tetapi di sisi lain saya memiliki waktu lebih untuk recovery dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Open. Itu cukup membantu dari sisi fisik," katanya.
Baca Juga: Grup E Piala Dunia: Curacao Sang Negara Mini Siap Mengguncang
Tekad Jonatan untuk tampil maksimal bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, gelar juara Indonesia Open masih menjadi pencapaian yang belum berhasil ia raih sepanjang kariernya.
Karena itu, kesempatan bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi motivasi tambahan untuk mengejar hasil terbaik.
Juara Denmark Open 2025 tersebut menegaskan keinginannya untuk mengangkat trofi Super 1000 di kandang sendiri. Namun, ia memilih tetap menjaga fokus dan tidak ingin terlalu jauh memikirkan peluang juara.
Baca Juga: Rodri Tolak Bahas Kontrak di Man City, Pilih Fokus Bela Spanyol
"Turnamen ini punya arti yang spesial buat saya. Tentu saya ingin memberikan yang terbaik dan mudah-mudahan bisa meraih gelar juara. Tapi saya harus fokus pertandingan demi pertandingan," ucapnya.
Sejauh musim 2026 berjalan, pencapaian terbaik Jonatan adalah menjadi runner-up India Open pada awal tahun.
Artikel Terkait
Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Renegerasi Bulutangkis Indonesia
Fadia/Tiwi Siap Hadapi Ujian Berat di Indonesia Open 2026, Baek/Lee Jadi Tolok Ukur di Istora
Fikri Tak Menyerah, Indonesia Open 2026 Jadi Kesempatan Akhiri Kutukan Final
Sempat Diganggu Cedera Kaki, Daniel Marthin Pastikan Siap Tempur di Indonesia Open 2026
Alwi Farhan Singkirkan Lakshya Sen, Tantang Jonatan Christie di 16 Besar Indonesia Open 2026