SportlinkNews - Tiga pasangan ganda campuran Indonesia akan menghadapi tantangan berat pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, serta Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran harus berhadapan dengan pasangan unggulan.
Marwan/Aisyah menjadi pasangan pertama yang mendapat ujian berat. Setelah menundukkan wakil Serbia Mihajlo Tomic/Andjela Vitman 21-16, 21-14, mereka akan berhadapan dengan unggulan ketiga asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
Baca Juga: Abaikan Calon Lawan Fase Grup, Persib Fokus Hadapi Play-Off ACL 2 2026/27
Pertemuan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Marwan/Aisyah karena Christiansen/Boje memiliki pengalaman dan peringkat yang lebih baik. Namun, Aisyah tidak ingin membebani diri dengan status unggulan lawan.
"Besok bertemu pasangan Denmark, kami mau nothing to lose saja karena mereka lebih diunggulkan," ujar Aisyah.
Sementara itu, Rehan/Gloria juga akan menghadapi pasangan unggulan. Mereka dijadwalkan bertemu wakil Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, yang menempati unggulan kesembilan.
Baca Juga: Newcastle United Rampungkan Transfer Amar Dedic dari Benfica
Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan. Secara peringkat, Rehan/Gloria memang berada jauh di bawah calon lawannya. Saat ini pasangan Indonesia berada di peringkat 73 dunia, sedangkan Ye/Chan menghuni posisi 10 dunia.
Meski demikian, peringkat tidak menjadi satu-satunya ukuran. Rehan/Gloria memiliki pengalaman lebih banyak di panggung internasional dan pernah tampil di berbagai turnamen besar.
Faktor tersebut diharapkan bisa menjadi modal menghadapi pasangan Taiwan yang relatif lebih muda.
Baca Juga: Pejabat Penting FIFA Mundur Selepas Kecam Gianni Infantino
Rehan/Gloria juga datang dengan kepercayaan diri setelah mengamankan kemenangan meyakinkan atas pasangan Malaysia, Wong Tien Ci/Lim Chiew Sien, 21-16, 21-3.
Mereka bahkan melakoni pertandingan pertama tanpa sempat menjajal arena setelah baru tiba di New Delhi pada Senin dini hari.
Berbeda dengan dua pasangan lainnya, Bimo/Arlya akan mendapat tantangan dari unggulan ke-13 asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara.
Baca Juga: Legenda Salahkan Keputusan Real Madrid Usai Rodri Pilih Gabung Barcelona
Laga ini juga menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Bimo/Arlya tentu tidak diunggulkan, tetapi mereka memiliki modal berharga setelah melewati pertandingan dramatis pada babak sebelumnya.
Bimo/Arlya harus bangkit dari ketertinggalan 16-20 pada gim penentuan sebelum menundukkan wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo, 21-12, 13-21, 22-20.
Bagi Bimo, kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia sudah menjadi pengalaman berharga yang ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin. Karena itu, status unggulan lawan tidak akan menjadi alasan untuk tampil dengan beban.
Baca Juga: Kembali ke Barcelona, Sergio Busquets Rintis Karier Kepelatihan
"Rasanya senang bisa main di Kejuaraan Dunia, luar biasa atmosfernya, berbeda dengan turnamen yang kami ikuti sebelumnya. Kami tidak tahu apakah akan punya kesempatan seperti ini lagi, jadi kami mau maksimalkan sekarang," kata Bimo.
Artikel Terkait
Kejuaraan Dunia 2026: Thalita Ramadhani Lewati Laga Ketat, An Se Young Menanti di 32 Besar
Jonatan Susul Alwi ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026
Serba Mendadak, Rehan/Gloria Tetap Tampil Solid di Kejuaraan Dunia
Kejuaraan Dunia 2026: Tertinggal 16-20, Bimo/Arlya Bangkit dan Melaju ke 32 Besar
Marwan/Aisyah Menang di Debut Kejuaraan Dunia, tapi Belum Puas