SportlinkNews - Dua pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari serta Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, memulai perjalanan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan hasil positif.
Keduanya sukses melewati babak 32 besar dan mengamankan tempat di 16 besar usai meraih kemenangan dua gim langsung, Rabu, 19 Agustus.
Febriana/Meilysa yang menempati unggulan ke-13 lebih dulu memastikan tiket babak berikutnya setelah mengalahkan pasangan Turki, Yasemen Bektas/Sinem Yildiz, 21-12, 21-14.
Baca Juga: Sejajarkan AC Milan dengan Real Madrid, Luka Modric Percaya Diri Tatap Musim Baru
Meski menang relatif mudah, laga perdana di Kejuaraan Dunia tidak langsung membuat Febriana/Meilysa tampil tanpa kendala.
Mereka memanfaatkan awal pertandingan untuk membaca karakter lapangan dan arah angin yang kerap menjadi faktor penting di arena pertandingan.
Alih-alih terburu-buru mencari poin, Febriana/Meilysa memilih membangun permainan lewat reli-reli panjang. Cara tersebut membantu keduanya menemukan ritme dan mengontrol pertandingan.
Baca Juga: Netflix Garap Film Bertema MotoGP, Gandeng Penulis Naskah Fast and Furious
"Alhamdulillah hari ini bisa bermain dengan baik. Ini laga pertama kami jadi masih menyesuaikan lapangan bagaimana dan coba banyak rally dulu, banyak pukulan dulu biar tahu kondisi anginnya seperti apa," ungkap Febriana.
Pasangan Turki juga memberikan tantangan tersendiri. Menurut Meilysa, lawan memiliki kemampuan bertahan yang cukup baik dan beberapa kali mampu membaca arah bola di depan net.
Kondisi tersebut membuat Febriana/Meilysa harus lebih sabar saat membangun serangan.
Baca Juga: Persib Juara Dewata Challenge Series 2026, Igor Tolic Puji Semangat Juang Pemainnya
"Mereka bagus menebak bola depannya dan defense-nya juga cukup baik dan kuat, kami tadi coba antisipasi hal itu," kata Meilysa.
Bagi Meilysa, tampil di Kejuaraan Dunia menjadi pengalaman yang telah lama dinantikan. Namun, rasa antusias itu harus tetap dijaga agar tidak berubah menjadi tekanan.
"Senang akhirnya bisa main di Kejuaraan Dunia, excited tapi harus bisa kontrol jangan berlebihan," tuturnya.
Kemenangan juga diraih Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Unggulan ke-12 tersebut menundukkan pasangan Indonesia lainnya, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dengan skor 21-11, 21-10.
Febi mengungkapkan, kondisi lapangan menjadi salah satu faktor yang membantu mereka tampil lebih nyaman dibandingkan pertemuan sebelumnya pada Indonesia Open 2026.
"Di pertandingan tadi kami bermain lebih agresif, lebih banyak menyerang dan melakukan defense balik serang. Di pertemuan sebelumnya di Indonesia Open 2026 sebenarnya mainnya juga sama yaitu menyerang namun di sini ada perbedaan di kondisi angin. Itu yang membuat hari ini kami bisa lebih pegang kontrol," ujar Febi.
Debut di Kejuaraan Dunia juga menghadirkan motivasi tambahan bagi pasangan ini. Febi mengaku ingin memaksimalkan kesempatan tampil di ajang paling bergengsi tersebut.
"Pertama kali main di Kejuaraan Dunia pastinya senang dan mau melakukan yang terbaik," katanya.
Rachel menambahkan, modal kemenangan pada pertemuan sebelumnya membuat mereka tampil lebih percaya diri. Strategi menyerang juga berjalan efektif hingga memaksa lawan melakukan banyak kesalahan sendiri.
"Melawan Hira/Jani kami punya modal percaya diri karena sudah pernah menang, tadi mainnya nyaman dengan menyerang dan lawan juga jadi melakukan kesalahan sendiri. Target kami mau menang dulu besok lawan Yuki/Mayu," ujar Rachel.
Keberhasilan dua pasangan tersebut menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putri. Namun, tantangan yang lebih berat sudah menanti di babak 16 besar, termasuk bagi Rachel/Febi yang akan menghadapi pasangan kuat Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Artikel Terkait
Marwan/Aisyah Menang di Debut Kejuaraan Dunia, tapi Belum Puas
Kejuaraan Dunia 2026: Tiga Ganda Campuran Indonesia Hadapi Ujian Berat di 32 Besar
Jonatan Bangkit, Alwi Meyakinkan: Dua Tunggal Putra Indonesia ke 16 Besar
Kejuaraan Dunia 2026: Fajar-Fikri Mulus, Sabar-Reza Berjuang ke 16 Besar
Tiga Tumbang, Amri/Nita Jadi Tumpuan Terakhir Indonesia di Ganda Campuran