Anthony Sinisuka Ginting mengatakan tidak mudah melawan Axelsen. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan dalam bermain. Ginting menyadari kelebihan Axelsen yang juga peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo itu.
“Ini salah satu pertandingan yang ketat dari awal sampai selesai. Meskipun sempat tertinggal, sempat unggul tapi kembali disamakan, lawan juga punya kualitas yang luar biasa jadi kejar-kejaran sampai akhir,” kata Ginting, dikutip dari keterangan PBSI.
Pada gim ketiga, pertandingan berlangsung alot. Ginting mengaku sangat menguras fisik maupun mental.
Terbukti, meski sempat unggul jauh 18-12 dari pebulutangkis nomor 1 dunia itu, Ginting mengakui terlalu tergesa-gesa untuk meraih poin. Akibatnya Ginting membuat kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan.
“Dari situ saya malah terburu-buru ingin mendapat poin sedangkan Viktor mulai bermain lebih sabar, bertahan dulu. Perubahan itu membuat saya banyak hilang poin,” kata tunggal putra peringkat lima dunia itu.
Sejauh ini Ginting dan Jojo belum berpikir soal final. Terpenting baginya fokus pada lawan masing-masing di semifinal. *
Artikel Terkait
Senam Ritmik, Olahraga Menyehatkan atau Merugikan Atletnya?
All England 2024 Live di iNews Sore Ini, Indonesia Loloskan 6 Wakil ke Perempat Final
Ambisi Arab Saudi Gelontorkan Rp15,6 Triliun Demi Menguasai WTA
Hasil Drawing Liga Europa - AC Milan dan AS Roma Sajikan Derbi Italia, Keperkasaan Liverpool Diuji Si Dewi
Hasil Liga 1 - Kalahkan Juara Bertahan PSM Makassar, Barito Putera Jaga Asa Finis 4 Besar