Sementara itu, Ginting mengaku tidak mudah melawan Axelsen. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan dalam bermain. Ginting menyadari kelebihan Axelsen yang juga peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo itu.
“Ini salah satu pertandingan yang ketat dari awal sampai selesai. Meskipun sempat tertinggal, sempat unggul tapi kembali disamakan, lawan juga punya kualitas yang luar biasa jadi kejar-kejaran sampai akhir,” kata Ginting, dikutip dari keterangan PBSI.
Baca Juga: Hasil All England 2024: Tampil Menawan, Ganda Putra Fajar/Rian ke Semifinal
Pada gim ketiga, pertandingan berlangsung alot. Ginting mengaku sangat menguras fisik maupun mental. Ginting mengakui terlalu tergesa-gesa untuk meraih poin. Akibatnya dia membuat kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan.
“Dari situ saya malah terburu-buru ingin mendapat poin sedangkan Viktor mulai bermain lebih sabar, bertahan dulu. Perubahan itu membuat saya banyak hilang poin,” kata tunggal putra peringkat lima dunia itu.
Kemenangan ini sekaligus memutus rekor 11 kekalahan beruntun Ginting dari Axelsen. Ginting sudah ditunggu wakil Prancis, Christo Popov, di semifinal All England 2024.*
Artikel Terkait
Hasil Liga 1 - Kalahkan Juara Bertahan PSM Makassar, Barito Putera Jaga Asa Finis 4 Besar
Masuk Kalendar MXGP, Indonesia Kebagian 2 Seri Kejuaraan Dunia Motocross
Indra Sjafri Ungkap Pola Latihan Timnas U-20 Indonesia Jelang Lawan Cina
Bukan Sepak Bola, Putra Ronaldo Sukses Berkarier di Jalur Berbeda