Di sektor tunggal misalnya, ada tiga nama lain yang dibawa oleh Indonesia, yaitu Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi, dan Ruzana.
Baca Juga: Museum Ducati Representasi Budaya Motorsport Italia
Ester ada di peringkat 37, Komang peringkat 42, dan Ruzana nangkring di peringkat 107.
Lalu, di sektor ganda, pelapis utama Apriyani/Fadia adalah Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto.
Ganda putri nomor dua Indonesia itu di Uber Cup 2024 kali ini hanya memiliki peringkat 27 dunia.
Baca Juga: IBL Tokopedia All-Star 2024: Satria Muda Pertamina Sumbang Pemainnya untuk Forward Tim Future
Begitu pula dengan pasangan lainnya, Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose, yang berperingkat 32 dunia.
Meski demikian, Tim Putri Indonesia bisa saja membuat kejutan untuk bisa finis sebagai juara grup apabila memaksimalkan dua laga melawan Hong Kong dan Uganda yang jelas kekuatannya jauh di bawah mereka.
Untuk pertandingan melawan Jepang, Indonesia bisa berharap banyak pada tunggal utama dan ganda utama andalan mereka.
Baca Juga: Bima Perkasa Raih Kemenangan Perdana Tumbangkan Tangerang Hawks
Dengan demikian, Indonesia bisa terhindar dari lawan berat di fase gugur apabila lolos sebagai juara grup.
Namun, tantangan berat tentu akan mulai muncul di fase gugur, terutama dari tuan rumah China.
Sejauh ini, China masih menjadi negara paling sukses di Uber Cup dengan koleksi 15 gelar.
Baca Juga: 9 Pemenang Liga Champions Juga Bermain di Kasta Terendah, Ada Penjahat Pantomim di Bernabeu
Indonesia jauh di bawahnya dengan hanya mengumpulkan tiga gelar, itu pun terakhir pada 1996 lalu.
Artikel Terkait
New Balance Meminang Pesepak Bola Wanita Jordyn Huitema
Preview Timnas U-23 Indonesia Vs Australia: Kemenangan Harga Mati untuk Garuda Muda
Timnas U-23 Indonesia Vs Australia: Justin Hubner Bisa Main
Berapa Penghasilan Mike Tyson dan Jake Paul Jika Saling Bertarung di Netflix?