Bagi Gregoria dan Ginting, Olimpiade Paris menjadi Olimpiade keduanya setelah Tokyo 2020.
Bagi Gregoria, ia ingin lebih dewasa dan lebih rileks menghadapi pesta olahraga terbesar ini.
“Tahun ini saya sudah semakin bertambah usianya jadi harus semakin dewasa dalam menghadapi Olimpiade ini,” aku juara Kumamoto Masters 2023.
Baca Juga: Restoran Olympic dan Paralympic Village Siapkan 3.500 Kursi untuk Para Atlet Olimpiade Paris 2024
“Karena tantangan terberat itu adalah kadang muncul dari diri sendiri. Jadi saya mengusahakan untuk lebih rileks menghadapi semua,” tambahnya.
Sementara bagi Ginting, secara persiapan ia mengatakan lebih baik dari saat Olimpiade Tokyo 2020. Baik dari diri sendiri maupun sistem pendukungnya.
“Pengalaman-pengalaman di Olimpiade Tokyo saya bawa ke sini. Terutama dari persiapan diri sendirinya, fokusnya,” jelas Ginting.
Baca Juga: Zohri Bakal Berlomba dengan Juara Dunia 100m Noah Lyles di Olimpiade Paris 2024
“Dari tim pendukung juga sudah dilengkapi. Yang sebelumnya tidak ada, sekarang jadi ada."
"Jadi semoga dari persiapan satu bulan di Jakarta dan 10 hari di training camp ini, bisa memberikan performa yang lebih baik lagi di Olimpiade Paris ini,” ujar Ginting.
Artikel Terkait
Brittany Brown Sprinter Amerika yang Berjuang Demi Olimpiade Paris dan Menaklukkan Penyakitnya
Pesan Jokowi untuk Kontingen Indonesia di Olimpiade Paris 2024: Pulang Bawa Medali
6 Seragam Kontingen Paling Keren Menuju Olimpiade Paris 2024, Terakhir seperti Baju Tidur
Larangan Hijab Bikin Prancis Nodai Semangat Olimpiade