bulutangkis

German Open 2025: Rehan/Gloria Hadapi Tantangan Berat di Final, Siap Mati-matian

Minggu, 2 Maret 2025 | 10:59 WIB
Pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanulle Widjaja di laga semifinal German Open 2025, Sabtu, 1 Maret 2025.

SportlinkNews - Selangkah lagi untuk meraih gelar perdana di German Open, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja mengaku tidak mau membebani pikiran mereka. 

Rehan/Gloria mengaku siap tampil mati-matian, tetapi yang terpenting menurut mereka adalah menikmati permainan.

Seperti diketahui jika di laga Final German Open 2025, Rehan/Gloria akan berhadapan dengan pasangan 'gado-gado' Belanda/Denmark, Robin Tabeling/Alexandra Boje. Di atas kertas, ini pertama kali keduanya bertemu sebagai pasangan.

Baca Juga: EPA Future Star Camp 2025, 18 Pemain Muda Indonesia Berlatih di Klub Spanyol, Siap Jadi Bintang Masa Depan

Sebelumnya Tabeling berpasangan dengan Selena Piek dan keduanya pernah menduduki peringkat 8 dunia.

Sementara Boje, sebelumnya berpartner dengan Mathia Chistiansen, namun mereka berpisah setelah Canada Open, Juli tahun lalu.

Sementara Rehan/Gloria juga merupakan pasangan baru yang baru berduet pada awal tahun ini. 

Rehan yang sebelumnya berpasangan dengan Lisa Ayu Kusumawati terdepak dari Pelatnas PBSI, sedangkan Gloria ditinggal oleh Dejan Ferdinansyah yang dipanggil masuk ke Pelatnas PBSI.

Baca Juga: Berdarah-darah Terkena Tendangan Kungfu Kiper Millwall, Pemain Palace Dilarikan ke Rumah Sakit

"Sudah sampai final, tanggung. Kami siap tempur, siap mati-matian, namun terpenting kita harus bisa menikmati permainannya," kata Gloria.

Menghadapi calon lawan yang terbilang lebih berpengalaman, Rehan mengatakan mereka sudah melakukan analisis, tapi semua tergantung dari hasil kesiapan di lapangan.

"Kami tidak mau terlalu memikirkan gelar tersebut dahulu, mau main nothing to lose saja. Berusaha semaksimal mungkin, ditambah fokusnya, lebih nekat lagi, dan tidak membuang poin terlalu gampang," tuturnya.

Sebagai pasangan baru, tampil di dua turnamen dan langsung final termasuk sesuatu yang bagus. 

Baca Juga: Bahrain Minta AFC Pantau Laga Lawan Timnas Indonesia di SUGBK, PSSI Beri Respons Tegas

Lalu apa kunci dari keberhasilan mereka cepat membangun chemistry, Rehan mengatakan kuncinya adalah komunikasi.

"Tidak hanya komunikasi di lapangan saja, tetapi juga di latihan. Sebagai pasangan baru, kami harus banyak diskusi tentang bagaimana bermain di lapangan," ucapnya.

Sementara itu, Gloria menambahkan, karena persiapan ke Eropa ini memiliki waktu persiapan yang lumayan panjang. Jadi mereka punya waktu adaptasi yang lebih lama.

"Jadi kami tampil di tur Eropa ini dengan lebih mantap dan percaya diri. Komunikasi juga lancar dengan Rehan, tidak terlalu banyak terganggu faktor non teknis," tambahnya.

Di turnamen BWF World Tour 300 ini, sudah lama Indonesia absen gelar di sektor ganda campuran. 

Tepatnya 59 tahun sudah sejak terakhir kali Tri Kusharjanto/Minarti Timur membawa pulang gelar juara German Open di 1996.  

Tags

Terkini