Ujian Besar, Alwi Farhan Tantang Viktor Axelsen di Babak Kedua German Open

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 27 Februari 2025 | 12:59 WIB
Tunggal Indonesia, Alwi Farhan saat bermain di Badminton Asia Mixed Championship 2025 di Cina, beberapa waktu lalu.
Tunggal Indonesia, Alwi Farhan saat bermain di Badminton Asia Mixed Championship 2025 di Cina, beberapa waktu lalu.

SportlinkNews - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan akan mendapatkan tantangan berat di babak kedua German Open 2025

Pasalnya, pemain muda yang digadang-gadang menjadi penerus Anthony Sinisuka Ginting ini akan bertemu unggulan pertama Viktor Axelsen, dari Denmark.

Alwi menjadi underdog di laga ini, mengingat secara rangking dunia saja terpaut sangat jauh. Viktor saat ini menepati rangking 4 dunia, sementara Alwi baru 40 dunia.

Baca Juga: Catat Sejarah, Pebasket Indonesia Anto Febrianto Boyratan akan Bermain di NBL1 Australia

Tapi, laga ini layak dinanti. Karena bisa jadi ajang pembuktian meningkatnya performa Alwi, mengingat di Badminton Asian Mixed Team Championship 2025 dia belum pernah terkalahkan di empat pertandingan.

Sebaliknya, bagi Viktor laga ini juga ajang pertaruhan untuknya. Seperti yang diketahui, peraih dua kali medali emas Olimpiade ini sedang mengalami masa penurunan performa sejak akhir 2024 lalu.

Laga yang kan dimainkan pada Kamis, 27 Februari 2025, pukul 23.10 WIB ini adalah pertemuan perdana bagi kedua pemain.

Baca Juga: Tes Pramusim F1: Pembalap McLaren Lando Norris Catat Waktu Tercepat Ungguli Russel dan Verstappen

Alwi sendiri melangkah mulus ke babak kedua setelah menang dua gim meyakinkan 21-15, 21-16 atas wakil Cina Teipei, Wang Po-Wei.

Sebaliknya, Axelsen harus kerja keras untuk bisa lolos di babak pertama. Meski menang atas wakil Jepang, Riku Hatano, tetapi dia harus memainkan laga sengit tiga gim dengan skor akhir 20-22, 21-16, 21-9.

Menghadapi pemain senior, Alwi mengaku dirinya belajar dari dua turnamen BWF World Tour yang diikutinya di awal tahun ini, Indonesia Masters dan Thailand Open. Hal itu dinilainya akan jadi bekal utamanya di tur Eropa ini.

"Menghadapi pemain-pemain senior, saya belajar bagaimana ketika sudah unggul, bagaimana ketika ketinggalan poin, tinggal nanti bagaimana cara berpikir saya. Masalah non teknis ini jadi catatan," ucapnya.

 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X