bulutangkis

Fikri/Daniel Kembali Harus Puas Sebagai Runner Up Swiss Open 2025

Senin, 24 Maret 2025 | 03:00 WIB
Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin harus puas kembali menjadi terbaik kedua di Swiss Open 2025. Mereka kandas dari ganda unggulan dari Thailand di final, Minggu, 24 Maret 2025 .

SportlinkNews - Indonesia kembali harus berlapang dada, setelah gagal meraih gelar juara Swiss Open 2025. 

Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin masih belum bisa mengatasi ganda unggulan asal Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh di laga final.

Bertanding di St. Jakobshalle, Basel, Minggu, 23 Maret 2025, Fikri/Daniel akhirnya menyerah dengan skor akhir 15-21, 21-18, 14-21, lagi-lagi mereka belum bisa pecah telor. 

Baca Juga: Kolaborasi FC Barcelona dan Yen Town Market, Hadirkan Koleksi Fashion Eksklusif

Ini menjadi hasil runner up kedua mereka setelah di Thailand Masters 2025 kemarin mereka juga kandas di partai puncak.

Walaupun hasilnya belum sesuai dengan yang diinginkan, tetapi Fikri mengaku bersyukur mereka bisa kembali menembus final. Artinya masih ada progres yang masih harus diperbaiki lagi.

"Secara permainan kami mengakui pasangan Thailand bermain lebih rapi, lebih solid, dan lebih tahan. Sebaliknya kami bermain kurang sabar," tukasnya dilangsir dari PBSI.

Baca Juga: PUMA Rilis King Mundial, Sepatu Ikonik dengan Sentuhan Maradona

Setelah mendapatkan momentum di gim kedua, tertinggal dan kemudian mampu mengejar lalu memaksakan "rubber game", sayang hal itu tidak berlanjut di gim kedua. 

Kendati mereka sudah meningkatkan komunikasi, dan memperbaiki serangan untuk mencari celah lawan, Kedren/Dechapol ternyata masih bisa membacanya.

"Mereka lebih siap di gim ketiga, dan solid permainannya, tidak gampang untuk mematikan mereka. Kami sudah mencoba tapi tidak bisa tembus, sehingga akhirnya tidak sabar dan justru melakukan kesalahan sendiri," tambah Daniel.

Baca Juga: Pemain Juventus Heran, Thiago Motta Masih Dipertahankan

Secara permainan Kedren/Dechapol ini dinilainya tidak berubah banyak. Hanya saja memang unggulan keenam itu kemarin bermain lebih aman.

"Banyak pelajaran yang bisa diambil, terutama kami tidak boleh terlalu mudah buang poin dan masih harus meningkatkan power untuk menghadapi konsidi-kondisi seperti ini (shuttlecock lambat)," tukas Fikri lagi.

"Kekecewaan mungkin ada. Tapi tidak boleh berlarut-larut, karena kami harus latihan lebih keras lagi dan coba lagi di turnamen berikutnya," ucap Daniel menambahkan.


Tags

Terkini