bulutangkis

PBSI Gelar Simulasi Piala Sudirman Pekan Depan: Matangkan Komposisi dan Permainan

Sabtu, 19 April 2025 | 19:00 WIB
Gregoria Mariska salah satu pemain tunggal putri yang masuk dalam skuat Piala Sudirman Indonesia 2025 di Xiamen, Cina, 27 April-4 Mei 2025.

SportlinkNews - Jelang Piala Sudirman 2025 di Xiamen, Cina, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan menggelar simulasi internal awal pekan depan.

Tim sendiri akan berangkat menuju Cina pada Kamis, 24 April 2025 dari Jakarta.

"Tim akan berangkat pada 24 April 2025. Sebelumnya akan ada simulasi di Jakarta," tutur Humas PBSI, Sabtu, 19 April 2025.

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Alasan Naturalisasi Pemain Belanda di Timnas Indonesia

Mengenai kapan simulasi akan digelar dan di mana tepatnya akan berlangsung, PBSI hanya mengatakan bahwa Minggu, 20 April ini pihaknya akan mengumumkanya.  

"Kemungkinan Senin (simulasi -Red.). Yang pasti simulasi tidak akan mengundang pemain dari luar pelatnas," ujarnya.

Seperti yang sudah-sudah simulasi hanya akan diikuti oleh pemain pelatnas yang akan diberangkatkan ke Piala Sudirman.

Mereka nantinya akan dibagi menjadi dua tim dan diadu, mengikuti format Piala Sudirman asli.  
Baca Juga: Patrick Kluivert Kunjungi Oxford United, Amati Langsung Marselino Ferdinan dan Ole Romeny

Simulasi ini, ujar Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat dimaksudkan untuk melihat beberapa hal.

Pertama yakni komposisi pemain, dan kedua untuk mematangkan permainan, sekaligus membangun chemistry.

"Persiapan sudah berjalan simultan sejak sebelum BAC (Badminton Asia Championships) bagi yang tidak ke Ningbo. Bagi yang dari BAC otomatis baru intensif sepekan ini, sejak Senin lalu, 14 April 2025," katanya.

"Karena ini kan tim event ini beda sama individu ya, jadi butuh chemistry, kerjasamanya lebih dan kekompakan serta soliditas sangat krusial. Jadi kalau yang main teman-temannya, maka yang tidak bermain harus support, karena di event beregu kesatuan tim itu sangat penting," ujar Taufik Hidayat.

Tags

Terkini