Kondisi ini membuat persiapan menjelang Piala Sudirman, menjadi tidak ideal.
Tetapi, Indra menegaskan diri akan berusaha membawa Jonatan dan dua para atlet mudanya untuk bisa tampil maksimal di turnamen beregu campuran paling bergengsi tersebut.
"Dengan kondisi Jonatan saat ini yang baru kembali berlatih, dan penyesuaian, maka waktu efektif untuk latihan hanya tersisa sekitar satu minggu. Fokus utama saat ini adalah menjaga kondisi fisik dan mental Jonatan yang akan menjadi tunggal utama Indonesia di Piala Sudirman nanti," ujarnya.
"Jonatan masih akan jadi tombak utama, terutama karena kita satu grup dengan Denmark dan India yang merupakan dua tim kuat. Tapi kami juga membawa Alwi (Farhan) dan Ubed (Muhammad Sultan Ubaidillah) untuk regenerasi dan memberi mereka pengalaman di ajang besar," tambah Indra.
Baca Juga: Liga Champions: Carlo Ancelotti dan Vincent Kompany Tebar Ancaman, Aroma Dendam Tersaji di San Siro dan Santiago Bernabeu
Jonatan sendiri mengaku cukup kaget dengan perubahan pelatih yang terjadi mendadak saat dirinya masih berlaga di Kejuaraan Asia.
Ia pun mengakui proses adaptasi akan jadi kunci, mengingat pergantian pelatih memerlukan penyesuaian yang tidak instan.
"Adaptasi ini butuh waktu. Setiap pelatih punya pendekatan dan gaya komunikasi berbeda, jadi harus dibangun dari awal lagi. Tapi saya siap, karena ini sudah jadi keputusan dan tantangan juga buat saya," ujar peraih gelar All England 2024 itu.
Artikel Terkait
Kenneth Jonassen Resmi Latih Tunggal Putra Malaysia, Siapkan Langkah Menuju Olimpiade
Anthony Ginting Mundur dari All England 2025, Skuat Indonesia Kehilangan Satu Kekuatan di Tunggal Putra
All England 2025: Jonatan Christie Jadi Satu-Satunya Wakil Tunggal Putra Indonesia di Babak Kedua
Gelar Tunggal Putra All England 2025 Melayang dari Tangan Indonesia
Tunggal Putra Utama Punya Kepala Pelatih Baru, Mulyo Handoyo Undur Diri karena Kesehatan