bulutangkis

Piala Sudirman 2025: Gregoria Sakit, Kekuatan Indonesia di Tunggal Putri Rentan?

Senin, 21 April 2025 | 22:27 WIB
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung saat berlatih jelang BAC 2025 di Ningbo, Cina beberapa waktu lalu.

SportlinkNews - Jelang Piala Sudirman 2025, kekuatan Indonesia khususnya di sektor tunggal putri mengalami potensi kerentanan serius.

Ini karena H-3 jelang keberangkatan menuju Xiamen, Cina, Kamis, 24 April nanti, kondisi fisik tunggal utama tunggal putri Gregoria Mariska masih belum memungkinkan untuk bermain.

Kemarin, pada saat simulasi Piala Sudirman di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (21/4/2025), dia tidak ambil bagian. Posisinya di simulasi digantikan oleh Ester Nurumi Tri Wardono.

Baca Juga: Donald Trump Menggugat Maine atas Partisipasi Atlet Transgender dalam Olahraga Putri

Sang Pelatih Pelatnas PBSI, Imam Tohari mengatakan bahwa kondisi Gregoria bukan cedera. Tapi memang fisiknya yang tidak memungkikan untuk bermain di simulasi.

Lalu bagaimana nasibnya menuju Cina nanti, Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu observasi dokter.

"Iya Jorji sakit. Tunggu konfirmasi dari dokter (apakah bisa berangkat ke Sudirman atau tidak)," ucapnya.

Baca Juga: Juventus Ucapkan Hari Kartini untuk Hormati Wanita Indonesia, Warganet Bereaksi

Hal itu membuat Gregoria diragukan tampil dalam kejuaraan beregu campuran bergengsi tersebut.

Jika Gregoria benar-benar absen bertolak ke Cina, maka Indonesia hanya akan mengandalkan Putri Kusuma Wardani sebagai satu-satunya wakil tunggal putri di ajang yang digelar 27 April–5 Mei mendatang.

Sebagai informasi, Indonesia hanya mendaftarkan dua pemain di sektor ini, dan sesuai regulasi Badminton World Federation (BWF), tidak ada lagi kesempatan untuk mengganti pemain setelah batas akhir pendaftaran yang ditutup pada 14 April lalu.

Baca Juga: Mbappe Dicemooh Fans Madrid, Nasib Serupa Pernah Dialami Ronaldo dan Zidane

Walau BWF mencantumkan bahwa pengunduran diri individu setelah tenggat hanya dikenakan denda 1.000 dolar AS, namun tidak ada klausul eksplisit mengenai prosedur penggantian atlet karena alasan medis setelah pendaftaran final. 

Ini membuat peluang mencari opsi cadangan nyaris mustahil.

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi tim Merah Putih yang tergabung di Grup D bersama India, Inggris, dan Denmark. 

Ketiga negara ini memiliki skuat tunggal putri yang cukup mumpuni.

Baca Juga: Tolak Liverpool dan Chelsea, Viktor Gyokeres Beri Sinyal Gabung Arsenal

Absennya Gregoria sebagai pemain dengan peringkat tertinggi di sektor ini akan berpotensi memangkas peluang skuat Merah Putih merebut poin penting.

Putri KW mengaku menyadari tantangan besar yang ada di depan. Meski secara peringkat dan pengalaman masih di bawah Gregoria, Putri menyatakan kesiapan jika menjadi satu-satunya andalan.

"Saya sudah beberapa kali main di beregu, lebih senang karena lebih banyak dukungan. Di sisa waktu ini, saya berusaha jaga mental, karena pasti ada saja perasaan tertentu yang sulit dijelaskan, jadi lebih jaga pola pikir saja agar mental tetap stabil," tutur Putri.

Baca Juga: Calvin Verdonk Ungkap Pilihan Liga jika Tinggalkan Belanda, Portugal Tak Masuk Daftar

Dari sisi lawan, dua nama yang diprediksi akan menjadi batu sandungan terberat buatnya adalah Line Kjaersfeldt (Denmark) yang sedang dalam tren positif. 

Kemudian, Pusarla V. Sindhu (India), mantan peraih medali Olimpiade dan salah satu pemain top dunia.

"Kalau harus ketemu Line atau Sindhu, aku berharap bisa bermain nothing to lose saja. Kualitas mereka memang di atas, jadi aku akan berusaha semaksimal mungkin," tambahnya.

Tags

Terkini