SportlinkNews - Menjelang Piala Sudirman 2025, sektor ganda putra sudah mulai mempersiapkan banyak alternatif komposisi yang bisa diturunkan mulai 27 April mendatang di Xiamen, Cina.
Meskipun belum ada kepastian soal strategi bongkar pasang, tetapi Fajar Alfian menyebutkan diskusi intens dengan pelatih tentang peluang itu terus dilakukan guna antisipasi kondisi tak terduga di lapangan.
"Kami sudah coba berpasangan dengan pemain lain. Semua kemungkinan benar-benar berusaha dipersiapkan agar siap bila ada situasi darurat di pertandingan," ucapnya di Pelatnas PBSI, Cipayung, awal pekan ini, 21 April lalu.
Baca Juga: Jay Idzes Fokus Selamatkan Venezia dari Degradasi Dulu meski Diincar Klub Besar Eropa
Khusus untuk Fajar sendiri, selain berlatih dengan partnernya saat ini, Muhammad Rian Ardianto, dia juga dicoba untuk bermain dengan Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri.
Hal itu dilakukan untuk mencari komposisi ganda terbaik yang bisa dimainkan nanti.
Sektor ganda putra ini menjadi salah satu tumpuan untuk bisa mendulang poin, selain ganda putri dan campuran, mengingat peluang di sektor tunggal sangat tipis karena berkekuatan pemain muda.
Baca Juga: Promosi ke Liga 1 Lagi, Bhayangkara FC Lakukan Pembenahan Besar untuk Bersaing Musim Depan
Apalagi di fase penyisihan, Indonesia sudah mulai akan menghadapi lawan-lawan berat seperti Denmark, Inggris, dan India.
"Denmark punya pasangan peringkat satu dunia, dan India juga punya kombinasi kuat, belum lagi Inggris. Jadi tak akan mudah," ujar Fajar.
"Simulasi kemarin sangat membantu melihat atmosfer pertandingan beregu itu seperti apa. Di sini kami membantu membangun mental dan kekompakan tim," tambah juara All England 2024 tersebut.
Baca Juga: Mizuno Luncurkan Innovation Pack dengan Warna Obsidian, Perpaduan Gaya dan Teknologi Sepatu Bola
Degradasi
Terkait dengan rencana degradasi yang akan dilakukan PBSI selepas Piala Sudirman ini, Fajar-Rian menyatakan kesiapannya menghadapi berbagai kemungkinan.
Termasuk bongkar-pasang pasangan dan terdegradasi dari Pelatnas Cipayung.
Performa Fajar-Rian di beberapa turnamen besar di awal tahun ini, seperti Malaysia Open, India Open, All England, Indonesia Masters, dan Badminton Asia Championships 2025 tidak terlalu bagus.
Baca Juga: Pertandingan Jepang Vs Timnas Indonesia Diprediksi Ramai, Ini Imbauan JFA
Penampilan mereka dikritik karena dinilai stagnan.
"Bongkar pasang, degradasi itu hal wajar dalam bulu tangkis, apalagi kita butuh regenerasi. Kami semua ingin tampil maksimal, siapa pun yang terpilih nanti harus siap," ucap Rian.