SportlinkNews - Menjelang Piala Sudirman 2025 di Xiamen, Cina, mulai 27 April mendatang, sektor ganda campuran Indonesia mulai meracik strategi.
Mereka fokus cari cara untuk berikan efek kejutan bagi lawan dan memperbesar peluang mencuri poin. Total ada enam fleksibilitas komposisi yang telah mereka coba.
Beberapa dinilai Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky sudah terbukti memiliki kualitas yang apik, tapi ada juga yang masih dimatangkan mengingat minimnya waktu persiapan.
Baca Juga: Penggemar Meleleh Lihat Istri Thiago Alcantara Tanpil Tanpa Bra dalam Gaun Terbuka
"Kalau dihitung-hitung di atas kertas saja, enam kombinasi yang bisa dimainkan," katanya.
Dari partner asli, Rehan Naufal Kusharjanto-Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari, dan Dejan Ferdiansyah-Fadia, hingga Rinov-Fadia, Dejan-Gloria, maupun Rinov-Gloria dan Rehan-Fadia.
"Kombinasi seperti Rinov-Fadia dan Dejan-Gloria pun sudah pernah terbukti tampil baik. Bahkan Rinov-Gloria juga pernah hampir menyumbangkan angka di turnamen besar," ucap Rionny saat simulasi Piala Sudirman di Pelatnas Cipayung, Senin, 21 April lalu.
Baca Juga: Resmi: Inter-Roma Ditunda hingga Minggu di Tengah Kekacauan Jenjadwalan Ulang oleh Lega Serie A
"Jadi bukan asal dipasangkan, semua ada datanya dan itu menjadi senjata kami karena lawan pun pasti bingung siapa yang akan diturunkan," ujarnya menegaskan.
Dari simulasi kemarin, Rehan-Gloria dinilai menunjukkan konsistensi dalam pertahanan dan reli panjang, hanya tinggal memoles di akhir-akhir yang sempat goyang.
Sementara Rinov-Pitha dinilai lebih banyak faktor non teknisnya yang lebih dibenahi, yakni fokusnya sepanjang pertandingan agar tidak hilang di tengah-tengah.
Dalam laga beregu ini faktor non-teknis memang lebih besar pengaruhnya, menurut Rionny, seperti kemampuan adaptasi lapangan, kesiapan mental, dan tekanan sebagai penentu poin.
Baca Juga: Paus Fransiskus dan Kecintaannya pada Permainan Terindah
"Teknik mah biasa. Tapi tekanan saat kamu turun sebagai pembuka atau penentu, itu yang beda. Itu yang kami siapkan dari dua pasangan utama ini," tukas Rionny.
Dari enam komposisi yang disiapkan, hanya Rehan/Fadia yang memiliki kemungkinan sangat kecil untuk dipasangkan kembali.
Ini lebih terkait karena keterbatasan waktu persiapan dan fokus masing-masing pemain.
"Untuk Fadia, mengingat dia akan bermain rangkap di ganda putri, maka dia baru akan dimainkan bisa dibutuhkan sebagai 'kuncian'," tambah Rionny.