bulutangkis

Jafar/Felisha Juara Taipei Open 2025, Sinyal Positif Regenerasi Ganda Campuran Mulai Bekerja

Minggu, 11 Mei 2025 | 21:43 WIB
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di podium juara Taipei Open 2025, 11 Mei 2025. Mereka mengalahkan kompatriotnya Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

SportlinkNews - Kemenangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Taipei Open 2025 menjadi sinyal positif bila regenerasi di sektor ganda campuran mulai bekerja.

Mereka mampu mengatasi duet yang lebih senior Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Senior dalam artian, di atas kertas sudah lebih banyak mengikuti kejuaraan level tinggi meski bukan sebagai pasangan sebelumnya.

Bertanding selama satu jam lebih, Jafar/Felisha yang tertinggal lebih dahulu, berhasil menyalip di dua gim selanjutnya untuk petik kemenangan 13-21, 21-10, 21-15.

Baca Juga: Aremania Lempari Bus Persik Usai Laga, Kembalinya Arema FC ke Kanjuruhan Diwarnai Insiden

Faktanya ini menjadi gelar perdana bagi Fajar/Felisha untuk turnamen BWF World Tour. Sekaligus menjadi 'All Indonesian Final' pertama di sektor ganda campuran di tahun ini.

Hasil ini mempertegas, bahwa sektor ganda campuran Indonesia memiliki masa depan cerah.

"Puji Tuhan, sangat bersyukur bisa dikasih juara Super 300. Ini memang jadi target terdekat saya dan senang banget bisa tercapai. Setelah ini akan membidik gelar lain di level yang lebih tinggi," kata Felisha.
 
Jafar mengaku bahwa kekalahan mereka di pertemuan terakhir di Thailand Open 2025 menjadi motivasi dirinya dan Felish untuk bisa tampil lebih baik lagi.

Baca Juga: Susunan Pemain Barcelona Vs Real Madrid: Hansi Flick Ubah Strategi, Ancelotti Terpaksa Menurunkan Pemain yang Sama

"Kekalahan di pertemuan sebelum itu yang semakin membuat semangat kami ingin menang, ingin revans pastinya," tuturnya.

Bagi Felisha, kemenangan ini punya arti lebih dari sekadar trofi. Ini menjadi semacam pernyataan bahwa mereka sudah siap bersaing dengan pemain level atas.

"Kemarin saat bisa memastikan all Indonesian final, pasti bangga. Karena ganda campuran bisa sumbang gelar di BWF tour tahun ini," tambahnya.

Setelah naik kelas ke senior, Jafar/Felisha mulai menitip level lebih tinggi di tahun ini.

Mereka mengawali dengan turnamen level menengah ke atas di Indonesia Master 2025 (Super 500), dan Taipei Open ini merupakan turnamen keenam mereka.

Baca Juga: MotoGP Prancis: Balap Penuh Drama! Pembalap Honda Johann Zarco Tampil Brilian Kuasai Sirkuit Le Mans

Sebelumnya Felisha sempat mengatakan setelah kegagalannya mencapai final Kejuaraan Asia 2025, bahwa semua pengalaman selama Kejuaraan Asia ini, akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi rangkaian turnamen BWF World Tour berikutnya.

Semenjak hasil di Kejuaraan Asia, Pelatih Ganda Campuran Indonesia, Rionny Mainaky telah mengatakan bahwa Fajar/Felisha sudah menunjukkan potensi yang luar biasa.

Hasil di Taipei Open ini menurutnya membuktikan bahwa mereka layak untuk mulai bersaing di level elite.

"Kami melihat progres yang bagus, terutama dari sisi komunikasi dan ketahanan mental mereka di lapangan. Tantangan selanjutnya tentu menjaga konsistensi performa dan membawa semangat juara ini ke level yang lebih tinggi, Super 500 dan bahkan 1000," imbuhnya.

Tags

Terkini