bulutangkis

Era Baru Tunggal Putra, PBSI Siapkan Alwi dan Ubet Jadi Ujung Tombak

Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:08 WIB
Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat saat meninjau pelatnas PBSI, di Cipayung, Jakarta, beberapa waktu lalu.

SportlinkNews - Pergantian di Pelatnas PBSI itu dinilai Wakil Ketua Umum I, Taufik Hidayat hal yang normal. Karena itu pemain muda dinilainya harus mulai dipersiapkan menjadi ujung tombak Tim Nasional di masa depan.

"Mungkin ada kekhawatiran dengan hilangnya senior di tunggal putra), tapi itu hal normal. Dalam dunia atlet, termasuk bulutagkis, regenerasi itu pasti terjadi," ungkapnya di Pelatnas PBSI, Kamis lalu, 15 Mei 2025.

Taufik menegaskan bahwa era kejayaan atlet senior seperti Jonatan Christie dan Anthony Ginting tidak akan berlangsung selamanya.

Baca Juga: Dean Huijsen Rekrutan Pertama Real Madrid Era Xabi Alonso, Bek Terhamal Dibayar Cicilan 3 Kali

Karena itu PBSI harus mempersiapkan generasi penerus melalui program akselerasi yang telah dirancang secara matang.

"Kita gak akan selamanya di sini. Jadi gimana caranya kita edukasi atlet-atlet ini, supaya setelah Jonatan tidak ada, mereka tetap bisa menjadi pengganti Jonatan. Ini penting untuk masa depan bulu tangkis Indonesia.”

Sebenarnya kondisi seperti saat ini, dengan keluarnya Jonatan, Chico Aura Dwi Wardoyo, dan Anthony yang masih rehat karena cedera, pernah terjadi di era 2013-2014.

Baca Juga: Statistik Cemerlang Moises Caicedo Usai Chelsea Bungkam Man United

Kondisi ini, menurut Taufik, dirasakan sendiri oleh Jonatan, di mana sat itu tidak ada pemain senior, gapnya kosong.

Saat itu, Jonatan, Ginting, dan Ikhsan Maulana Mustofa harus naik kelas lebih cepat untuk mengisi kekosoangan, menjadi tulang punggung tim nasional tanpa pemain senior.

Untuk melakukan percepatan regenerasi, Taufik mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan berbagai program akselerasi, tidak hanya untuk tunggal putra saja tetapi juga sektor lainnya.

Baca Juga: Taklukkan Bali United FC, Madura United FC Lolos dari Zona Degradasi

Program tersebut mencakup penguatan turnamen, latihan teknis dan defensif, serta pembinaan karakter.

"Kini Alwi (Farhan) dan Ubet (Moh. Zaki Ubaidillah) juga harus bersiap menghadapi tantangan yang sama, meski mereka masih diuntungkan dengan kehadiran Anthony sebagai sosok senior dan panutan di pelatnas," imbuh Taufik.

"Anthony masih bisa jadi role model buat adik-adiknya, tapi Alwi dan Ubet sendiri juga harus wajib siap, untuk menggantikan peran itu suatu saat nanti," tegas Wamenpora itu lagi.

Harapannya, dengan program akselerasi ini, bulutangkis bisa mencapai targetnya pada saat Olimpiade Los Angeles 2028 nanti.

Tags

Terkini