SportlinkNews - Dari hasil evaluasi turnamen yang diikuti pebulutangkis Indonesia di setengah musim kompetisi 2025, PP PBSI menilai pola latihan dan pola komunikasi belum sesuai yang diharapkan.
Evaluasi ini mencakup catatan turnamen dari level BWF World Tour 300 hingga BWF World Tour 1000.
Dari hasil turnamen yang diikuti dalam medio Januari–Juni 2025, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan bahwa para pelatih, khususnya di Pelatnas, masih mencari pola program latihan yang paling efektif.
Baca Juga: Liga Indonesia All Star Umumkan 55 Calon Pemain untuk Piala Presiden 2025
Selain itu, mereka juga masih mencari pola komunikasi yang tepat, terutama untuk para atlet elite.
Pelatih dimintanya untuk lebih tegas dan obyektif dalam menetapkan standar pengiriman atlet ke turnamen. Membuat program pengiriman ke turnamen sesuai dengan kapasitas atau level atletnya.
"Enam bulan ke depan kami mengirimkan atlet-atlet ke turnamen sesuai dengan kemampuan mereka, dengan target meraih gelar juara bukan hanya menambah poin atau naik rangking," kata Eng Hian.
Baca Juga: Jangan Salah! Ini Panduan Memilih Sepatu Lari Sesuai Jenis Kaki
"Pemain yang sudah lima tahun lebih di pelatnas harus dievaluasi tidak hanya berdasarkan progres, tapi juga pencapaian. Jika perlu, mereka diturunkan level turnamennya untuk diberi target podium. Bila tetap gagal, harus ada langkah konkret," ujarya lagi.
Salah satu poin penting evaluasi adalah soal mentalitas. Eng Hian menekankan bahwa pola pikir atlet harus bergeser dari sekadar mengejar peringkat menjadi berburu prestasi di turnamen. Jika berhasil, otomatis ranking akan mengikuti.
"Yang terpenting pelatih harus punya standarisasi dalam pengiriman ke turnamen, bagaimana persiapannya, apakah kondisinya siap atau tidak," imbuh Eng Hian.
Baca Juga: Pengadilan Madrid Jatuhkan Vonis untuk Pelaku Kejahatan Kebencian kepada Vinicius Jr
"Berdasarkan hasil laporan dari para pelatih tiap sektor, para atlet utama kita belum semuanya mencapai posisi level elite. Beberapa masih perlu mengejar, menaikan kemampuan baik teknik maupun fisik," tambahnya.
Dari lima sektor, ganda putra dinilai mantan pelatih Greysia Polii/Apriyani Rahayu itu ganda putra sebenarnya sudah mencapai level tersebut.
Secara hasil pun hingga setengah musim kompetisi 2025, meski sektor ini sudah mencapai finalis lima kali, tetapi hasilnya belum sesuai yang diharapkan.
Baca Juga: Adrian Wibowo Tampil di Piala Dunia Klub 2025, Berpotensi Bela Timnas Indonesia
"Sementara di sektor tunggal, andalan seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung kondisinya belum memadai. Anthony menjalani penyembuhan cedera sejak awal tahun, di tunggal putri Gregoria masih terkendala dengan kesehatannya," ungkap Eng Hian.
PBSI pun berusaha mendorong percepatan peningkatan level bagi atlet-atlet muda seperti Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, serta pasangan campuran Jafar/Felisha.
Melihat hasil evaluasi di setiap turnamen, Eng Hian menilai permasalahannya belum berubah. Hingg artinya, belum ada perubahan program dari hasil evaluasi yang dilaporkan.
"Ini menjadi PR saya bersama pelatih teknik dan fisik untuk membuat program latihan yang lebih tepat sasaran, agar atlet dapat mencapai performa terbaiknya," tukasnya.