SportlinkNews - Sektor ganda putri pelatnas bulu tangkis Indonesia mengalami perombakan besar. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memutuskan untuk mengacak ulang empat pasangan utama demi menembus persaingan level elite dunia.
Salah satu kabar menggembirakan datang dari kembalinya pasangan emas SEA Games 2021, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Sementara tiga pasangan lainnya, Amallia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma dipecah, dan Amallia kini berpartner dengan Lanny Tria Mayasari yang sebelumnya bersama Fadia.
Baca Juga: Fisik Belum 100 Persen Persib Nekat Tantang Western Sydney Wanderers
Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari yang di Macau Open 2025 ini sukses menembus semifinal pun tak luput dari perombakan. Rachel akan berduet dengan Febi Setianingrum, dan Meilysa memiliki pasangan baru Febriana Dwipuji Kusuma.
Keempat pasangan ini akan diuji dalam dua turnamen bergengsi bulan September 2025, yakni di Hong Kong Open (Super 500) dan China Masters (Super 750).
Pelatih kepala sektor ganda putri, Karel Mainaky, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi panjang sejak ia bergabung di pelatnas pada April lalu.
Baca Juga: Jelang Super League 2025/26 Pelatih Divaldo Alves Bilang PSBS akan Membuat Semua Orang Kaget
"Awalnya perubahan ini didasari hasil selama ini untuk menembus top elit yang cukup sulit," kata Karel. "Namun, setelah saya pelajari per individu dan melihat perkembangan saat latihan, sepertinya akan lebih hidup bila ada tukar pasangan."
Karel menambahkan bahwa dalam simulasi latihan dan uji coba internal, performa para pemain menunjukkan peningkatan signifikan setelah dipasangkan ulang.
Bahkan, beberapa pasangan baru mampu mengungguli ganda utama saat melawan pasangan pratama meski diberi voor poin.
Baca Juga: Eugenie Bouchard Menangis Tersedu-sedu saat Resmi Pensiun setelah Kalah di Final
"Pola permainan mereka berubah dan mereka bisa menang. Ini bisa jadi karena semangat baru dari kombinasi yang berbeda. Mereka pun menyambut positif petualangan baru ini,”" lanjutnya.
Kembalinya Apriyani/Fadia tentu menjadi sorotan utama. Setelah sempat berpisah usai Indonesia Open 2024 karena kondisi cedera yang dialami Apriyani, keduanya kini siap kembali bersaing sebagai pasangan utama.
"Saya ingin empat pasangan ini bisa segera mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar musim depan sudah bisa bersaing di level atas," harap Karel.
Perubahan ini diharapkan Karel bisa membawa angin segar dan membuka jalan baru bagi sektor ganda putri Indonesia untuk kembali bersinar di panggung dunia.