Keunggulan tersebut membuatnya terus menjadi momok bagi para pesaing, termasuk dominasi pemain China di sektor tunggal putri.
Baca Juga: Persib Perkuat Sektor Pertahanan Menjelang Laga Perdana Super League 2025/26 Melawan Semen Padang FC
Wang Zhi Yi, yang kini menempati peringkat dua dunia, tercatat selalu kalah dari An Se-young dalam lima partai final sepanjang tahun ini.
Begitu pula dengan Chen Yu Fei, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020.
Rekor pertemuan mereka yang awalnya 7-0 untuk Chen kini berimbang 13-13.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan Pertama Super League 2025/26, Tim Promosi Langsung Diplonco Tim Papan Atas
Salah satu faktor penting di balik ketangguhan An adalah pendekatan latihannya yang tak biasa.
Pelatihnya di klub Samsung Life Insurance, Gil Young-ah, mengungkapkan bahwa An kerap melakukan latihan tanding dengan pemain tunggal putra dari kalangan mahasiswa.
"Dia sering berlatih dengan pemain putra dari universitas di bawah pengawasan saya dan pelatih muda Ha Young-woong," kata Gil Young-ah.
Baca Juga: Pemain Baru Real Madrid di Musim Panas Bicara Soal Xabi Alonso, Dia Banyak Bicara
"Latihan seperti ini membuat An mampu beradaptasi dengan beragam gaya permainan serta meningkatkan tekniknya."
Dengan semangat dan persiapan matang, An Se-young tetap menjadi kandidat kuat untuk mempertahankan gelarnya di Kejuaraan Dunia 2025, meski sempat terganggu cedera.
Ia terus menunjukkan mental juara dan komitmen tinggi dalam menjaga prestasinya di puncak dunia bulu tangkis.