SportlinkNews - Perjalanan Putri Kusuma Wardani di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 harus terhenti di babak semifinal usai kalah dari unggulan Jepang, Akane Yamaguchi, dengan skor 17-21, 21-14, 6-21 di adidas Arena, Paris, 30 Agustus 2025.
Meski gagal melangkah ke partai puncak, Putri tetap mampu membawa pulang medali perunggu, pencapaian bersejarah sekaligus langkah besar dalam kariernya. Ini merupakan medali pertama setelah paceklik pencapaian di tunggal putri sejak 1995.
Terakhir kali Indonesia meraih medali di sektor ini pada Kejuaraan Dunia di Jakarta, 30 tahun lalu, melalui Lindaweni Fanetri.
Baca Juga: Sergio Busquets Ingatkan Barcelona agar Tak Jual Fermin Lopez
Walaupun kalah, tetapi secara permainan, Putri mengaku puas dengan performanya ini. Ia pun mengatakan memetik banyak pelajaran di laga ini.
"Secara keseluruhan saya merasa puas dengan penampilan hari ini karena bisa memaksa Akane bermain rubber game. Sayangnya, hasil di gim ketiga hasilnya kurang memuaskan, tapi ini jadi pengalaman berharga bagi saya," ujar Putri usai pertandingan.
Putri mengatakan bahwa ia sempat kesulitan beradaptasi dengan perubahan pola permainan Akane di gim penentuan. Ia kaget karena tidak biasanya Akane bermain dengan pola tersebut.
Baca Juga: Demontrasi Ricuh I League Tunda Laga Persita vs Semen Padang FC dan Persib vs Borneo FC Hingga Situasi Kondusif
"Saya tidak siap ketika Akane menaikkan speed dan terus menyerang sejak awal gim ketiga. Karena itu bukan pola permainan yang biasanya dia mainkan," tambahnya.
Ke depannya, Putri menilai dirinya masih perlu meningkatkan fokus, fisik, dan kemantapan pola permainan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kecepatan dalam membaca perubahan strategi lawan.
"Sangat luar biasa bisa meraih medali di sini. Lawan-lawan saya, mulai dari Hong Kong, Brasil, hingga Sindhu, semuanya menyulitkan." ungkapnya.
Baca Juga: Jadwal Persib Bandung Kian Padat, Imbas Penundaan Super League dan Liga Champions Asia
"Kalau diingat ke belakang memang terasa sedih, tapi saya bisa berada di titik ini berkat doa orangtua dan dukungan banyak orang ketika saya jatuh," ucap Putri penuh haru.
Dengan meraih medali ini, maka Putri mendapatkan kenaikan rangking nasional pekan depan. Ia mengatakan ingin membuktikan diri bahwa dirinya pun bisa menjadi andalan.
"Alhamdulillah bisa menjadi tunggal putri pertama Indonesia. Saya ingin ranking terus naik, bersaing di Top 10 dunia, dan bermimpi tampil di Olimpiade 2028 serta naik podium," tegasnya.