bulutangkis

Underdog 20 Tahun, Victor Lai Antar Kanada Pecah Telur Medali Tunggal di Kejuaraan Dunia 2025

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21:27 WIB
Tunggal putra Kanada, Victor Lai memberikan kejutan dengan meraih peraih medali tunggal pertama dari kawasan Pan Amerika di Kejuaraan Dunia 2025. Ia kini mengejar emas pertamanya. (BWF)

SportlinkNews - Kanada sukses mencatatkan sejarah baru di dunia bulutangkis. Untuk pertama kalinya, wakil negeri maple tersebut sukses meraih medali di Kejuaraan Dunia BWF 2025. Medali di bawa pulang melalui tunggal putra muda, Victor Lai.

Pemain berusia 20 tahun itu memastikan membawa pulang minimal medali perunggu usai menembus babak semifinal di Paris, Jumat  kemarin, 29 Agustus 2025.

Raihan ini juga menjadikannya sebagai peraih medali tunggal pertama dari kawasan Pan Amerika di ajang paling bergengsi bulutangkis dunia.

Baca Juga: Bali United FC Siap Meladeni Madura United dengan Permainan Menarik di Pekan Keempat Super League

Lai tampil luar biasa di perempat final ketika menghadapi juara dunia 2021 asal Singapura, Loh Kean Yew.

Menghadapi pemain yang lebih berpengalaman, ia dinilai menunjukkan ketenangan luar biasa untuk membalikkan keadaan dan akhirnya menumbangkan pemain peringkat sembilan dunia tersebut.

"Tak bisa dipercaya. Saya masih terkejut, sangat senang, dan berterima kasih kepada semua pendukung, pelatih, dan keluarga saya," ujar Lai penuh emosi usai pertandingan.

Baca Juga: Persaingan Ketat di Sassuolo, Jay Idzes Geser Filippo Romagna dari Starter

Pemain kelahiran 2004 itu sebenarnya berstatus underdog. Berada di peringkat 50 dunia dan baru sebatas tampil di level Super 300, catatan prestasinya jauh di bawah para unggulan. 

Namun, sejak musim panas ini, ia mulai menunjukkan peningkatan pesat. Pada Juli lalu, ia sukses menembus final Canada Open Super 300 dengan menyingkirkan Kodai Naraoka. 

Di Paris, langkah mengejutkannya berlanjut dengan menyingkirkan Lu Guang Zu asal Tiongkok sebelum mengalahkan Loh Kean Yew.

Baca Juga: Calvin Verdonk Resmi Tinggalkan NEC Nijmegen, Gabung LOSC Lille dengan Nilai 3 Juta Euro

Menurut Victor Lai, status tidak diunggulkan justru menjadi keuntungan. Sebab, itu membuatnya jadi tidak memiliki banyak tekanan saat berhadapan dengan para unggulan. 

"Jadi saya pikir hanya perlu berusaha melakukan yang terbaik," ungkapnya.

Meski sadar tengah menorehkan sejarah besar, Lai berusaha tetap fokus. Karena ia masih akan menghadapi tantangan lainnya, menghadapi unggulan pertama, Shi Yu Qi asal China pada semifinal, ia bermain di partai ke-7 malam ini, Sabtu, 30 Agustus 2025. 

"Saya mencoba tidak terlalu memikirkan itu. Saya tahu punya kesempatan, tapi yang penting saya tetap tenang dan main sebaik mungkin," ucapnya.

Tags

Terkini