bulutangkis

Indonesia Tanpa Gelar di Hong Kong Open, Jalan ke BWF Finals 2025 Kian Terjal

Minggu, 14 September 2025 | 23:04 WIB
Asa Indonesia meraih gelar juara di Hong Kong Open 2025 akhirnya pupus. Langkah wakil Merah Putih terakhir dari sektor ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil terhenti di semifinal. (PBSI)

SportlinkNews - Indonesia kembali pulang tanpa gelar dari Hong Kong Open 2025, setelah capaian terbaik hanya lahir dari ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang menembus semifinal.

Sementara itu, China tampil perkasa dengan menyapu empat gelar juara dalam turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

Kondisi ini menambah sorotan terhadap performa tim bulutangkis Indonesia sepanjang musim 2025. Di mana dalam sembilan bulan terakhir, baru satu gelar Super 1000 dan tiga gelar Super 300 yang berhasil diraih. 

Baca Juga: Desain Jersey Ketiga Inter Milan, Perpaduan Nostalgia dan Teknologi Modern

Bahkan untuk level Super 500 dan 750, Merah Putih belum meraih gelar satupun.

Pengamat bulutangkis nasional, Daryadi, menilai situasi ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, seluruh pemain top kini berburu poin untuk tampil di BWF World Tour Finals 2025 yang kurang dari tiga bulan lagi.

Dengan jumlah waktu kualifikasi road to Finals yang terbatas, Indonesia dinilai harus memanfaatkan benar-benar sisa turnamen 750 dan 500 yang ada. 

Baca Juga: Dari Terbuang di Man United, Rasmus Hojlund Kini Jadi Bintang Baru Napoli

"Hong Kong ini sudah jadi turnamen keempat Super 500, dan tinggal tersisa lima turnamen Super 500 serta tiga turnamen Super 750 di depan. Jadi kesempatan para pemain kita tidak banyak untuk mengejar perbaikan dan poin," ujar Daryadi.

Ia mengatakan, seharusnya fokus utama saat ini bukan lagi sekadar mengejar gelar, melainkan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.

Pasalnya, hanya pemain dengan peringkat terbaik yang berhak tampil di Hangzhou, tuan rumah BWF World Tour Finals 2025 pada 17-21 Desember mendatang.

Baca Juga: Marc Marquez Selangkah Lagi Menuju Juara Dunia MotoGP 2025

Dengan delapan turnamen tersisa di level elit (Super 500 dan 750), para pemain Indonesia dituntut untuk tampil konsisten dan memanfaatkan setiap kesempatan, jika ingin memastikan diri tampil di panggung pamungkas BWF musim ini.

Untuk turnamen BWF Super 750 yang tersisa yakni China Master 2025 yang akan bergulir pekan ini, 16-21 September di Shenzhen, China. Kemudian, Denmark Open 2025 pada 14-19 Oktober di Odense, serta, France Open 2025 pada 21-26 Oktober di Cesson-Sévigné, Prancis.

Sedangkan untuk turnamen BWF Super 500, masih ada Korea Open 2025, 23-28 September di Suwon-si, lalu, Clash of Clans Arctic Open 2025 pada 7-12 Oktober di Vantaa, Finlandia, HYLO Open 2025 di 28 Oktober-2 November di Saarbrücken, Jerman.

Baca Juga: Tim Geypens Bersinar di FC Emmen, Sinyal Positif untuk Timnas U-23 Indonesia

Di tambah Kumamoto Masters Japan 2025, 11-16 November di Kumamoto, Jepang dan terakhir Australian Open 2025 pada 18-23 November di Sydney, Australia sebagai penutup. 

"Peta persaingan menuju BWF World Tour Finals 2025 menunjukkan posisi Indonesia belum sepenuhnya aman. Sejumlah wakil Merah Putih memang masih berada di zona kualifikasi, namun peringkat yang ditempati terbilang rentan untuk tergeser, tertinggi adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Nathaniel Pasaribu di ganda campuran yang kini menempati posisi 7 Road to Finals, sementara yang lainnya di luar 8 besar rangkingnya," kata Daryadi. 

Tags

Terkini