SportlinkNews - Persaingan bulutangkis dunia kembali memperlihatkan dominasi dua kekuatan besar, China dan Korea Selatan, yang sama-sama sukses meraih dua gelar pada turnamen China Masters 2025.
Dalam turnamen BWF Super 750 yang berlangsung di Shenzhen itu juga melahirkan kejutan dari Thailand, yang mampu merebut gelar ganda campuran.
Thailand memastikan satu-satunya gelar non-China dan Korea melalui pasangan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Pasangan unggulan keempat ini tampil luar biasa saat menundukkan wakil Malaysia, Chang Tang Jie/Toh Ee Wei, dua gim langsung 21-8, 21-17.
Baca Juga: Casemiro Torehkan Rekor Unik saat Manchester United Tumbangkan Chelsea
Hasil di sektor ini menjadi sejarah, karena untuk pertama kalinya sejak dimulai pada tahun 2005, China Masters memahkotai juara ganda campuran non-lokal, sebuah momen bersejarah yang mengakhiri 20 tahun dominasi domestik yang luar biasa.
"Tidak ada tekanan sama sekali dan hanya bermain seperti biasa, dengan senyuman. Kami senang bisa menjadi juara (luar negeri) yang pertama," ungkap sang pencetak sejarah, Puavaranukroh.
Di sektor tunggal putri, Korea kembali menunjukkan superioritasnya lewat An Se Young. Unggulan pertama dunia itu tampil dominan saat menghentikan perlawanan tunggal putri tuan rumah, Han Yue, dengan skor telak 21-11, 21-3.
Baca Juga: Hasil Super League: Persita Tumbangkan Persijap, Bungkus Kemenangan dengan 10 Pemain
Bagi An Se Young, final ini ulangan dari pertemuan terakhir mereka di semifinal China Open. Di mana ia mundur karena cedera. An pun mengaku senang bisa berakhir dengan kemenangan/
Kemenangan lainnya bagi Korea hadir di sektor ganda putra. Pasangan nomor satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, mengatasi wakil India Satwikrairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-19, 21-15.
Sementara itu, China yang tampil di hadapan publik sendiri tidak mau ketinggalan.
Baca Juga: Taklukkan Bali United, PSIM Belajar Banyak dari Kekalahan Sebelumnya
Gelar pertama mereka lahir dari sektor ganda putri lewat pasangan Jia Yi Fan/Zhang Zhu Xian, yang mengalahkan wakil Korea Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong dalam pertarungan tiga gim, 21-19, 16-21, 21-13.
Di nomor tunggal putra, Weng Hong Yang yang mempersembahkan gelar kedua bagi tuan rumah setelah menundukkan wakil Taiwan, Lin Chun-Yi, 21-11, 21-15.
Hampir semua sektor melahirkan juara baru, kecuali tunggal putri. Satu-satunya juara bertahan yang konsisten mempertahankan tahtanya adalah An Se Young.