bulutangkis

Fokus, Kekompakan, dan Mental Juara Jadi Kunci Kemenangan Perdana Indonesia di Piala Suhandinata 2025

Senin, 6 Oktober 2025 | 23:40 WIB
Kapten Tim Bulutangkis Junior Indonesia di Piala Suhandinata 2025, di Guwati, India. Merah Putih petik kemenangan di laga perdana, 6 Oktober 2025. (PBSI)

SportlinkNews – Tim bulu tangkis junior Indonesia membuka perjalanan di World Junior Mixed Team Championships 2025 dengan hasil gemilang setelah menundukkan Filipina 2–0 pada laga perdana Grup F.

Pertandingan yang digelar di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, Senin, 6 Oktober 2025, menjadi awal positif bagi langkah Garuda Muda di turnamen dunia tersebut.

Kapten tim Moh. Zaki Ubaidillah yang tampil impresif di laga pembuka sukses membuka jalan bagi Indonesia. Pemain yang akrab disapa Ubed itu mengaku bersyukur bisa memberikan poin penting di turnamen terakhirnya di level junior.

Baca Juga: Sumardji Minta Dukungan Tulus: Timnas Butuh Energi Positif Lawan Arab Saudi!

Berbicara mengenai strategi, Ubed menekankan pentingnya menjaga fokus, pikiran positif, dan semangat pantang menyerah di setiap laga. Ia juga menilai kekompakan tim sudah cukup kuat berkat latihan bersama dan komunikasi yang intens.

"Strategi saya lebih ke menjaga fokus dan rasa tidak mau kalah. Kekompakan tim juga sudah bagus karena kami sering berdiskusi, latihan bareng, bahkan bikin yel-yel supaya semangat tetap terjaga," tambah pemain yang akrab di sapa Ubed itu.

Meski menang di game pertama dengan skor telak 45–17, laga kedua sempat berjalan menegangkan.

Baca Juga: Menuju Laga Hidup-Mati, Timnas Indonesia Tunggu Keputusan Starter dari Kluivert

Richie Duta Richardo sempat unggul 9–5, namun pasangan Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica harus kalah tipis 17–18 dari duet Filipina Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal.

Untungnya, pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan Indonesia. Mereka tampil lebih lepas dan percaya diri setelah sempat tertinggal.

"Kami sempat tertinggal satu angka, tapi prinsip kami jelas: tidak boleh kalah. Berapa pun selisihnya, kami harus bisa menang," kata Mubarrok.

Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026: Kesiapan Mental Jadi Kunci, Timnas Indonesia Tak Gentar Hadapi Keuntungan Arab Saudi

"Sekarang kami lebih enjoy, sudah bisa atasi rasa tegang. Semoga bisa terus konsisten ke depannya," tambah Edsel.

Sementara itu, pelatih sektor tunggal putra Wiempie Mahardi menyoroti tantangan dengan sistem baru 9 poin yang membuat pemain sempat tegang di awal.

Ia mengingatkan pentingnya fokus penuh di babak grup karena hanya juara grup yang berhak lolos ke perempat final.

Baca Juga: Rasmus Hojlund Ungkap Rahasia di Balik Performa Tajamnya setelah Tinggalkan Man United

"Sistem skor 9 poin memang bikin tegang di awal, tapi Zaki dan Richie bisa keluar dari tekanan. Sekarang tinggal menjaga fokus karena hanya juara grup yang lolos ke perempat final," jelas Wiempie.

Wiempie juga menuturkan bahwa kekompakan tim sudah terbangun dengan baik melalui kegiatan team building dan sesi bersama psikolog sebelum keberangkatan ke India.

"Kelas dengan psikolog dan kegiatan team building kemarin sangat membantu. Sekarang kekompakan mereka saat pertandingan sudah terlihat," tutupnya.

Tags

Terkini