"Jika ada yang menganggapnya ilegal, biarkan mereka berpikir demikian,” ujarnya.
Baca Juga: Tim Padel Putri Indonesia Ukir Prestasi, Lolos ke Perempat Final FIP Asia Cup
Axelsen menambahkan, aturan dalam bulu tangkis tidak ditentukan oleh pemain atau komentator, melainkan oleh BWF (Badminton World Federation), wasit, dan juri pertandingan.
Karena itu, ia menegaskan tak akan mengubah gaya servisnya selama masih dinilai sah secara regulasi.
“Kalau suatu saat BWF memutuskan servis saya ilegal, maka saya akan menghentikannya."
Baca Juga: Aksi Kylian Mbappe di Liga Spanyol 2025, Tajam dan Mirip Cristiano Ronaldo
"Tapi untuk sekarang, saya akan tetap melakukannya karena saya merasa nyaman dan tidak ada yang salah dengan itu,” tegas Axelsen.
Unggahan Axelsen tersebut menuai beragam reaksi dari publik.
Sebagian warganet mendukung sikap tegasnya yang berpegang pada aturan resmi, namun tidak sedikit pula yang menganggap Axelsen terlalu keras kepala dan enggan menerima kritik.
Baca Juga: 32 SMA se-Jawa Barat Beraksi di PMB Basketball Championship
Meski demikian, pebulu tangkis 31 tahun itu tampak tidak terganggu oleh berbagai komentar tersebut.
“Saya tidak akan mengubah servis saya hanya karena beberapa orang mulai membencinya."
"Saya melakukannya karena saya merasa nyaman, dan saya akan terus begitu sampai saya dilarang,” tulisnya lagi.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: DKI dan Kaltim Dominasi
Di akhir unggahannya, Axelsen juga menyampaikan ucapan selamat kepada Shi Yu Qi atas kemenangan tersebut.