bulutangkis

PBSI Gas Pol Transformasi! Fadil Imran: "Sistem Juara Harus Berbasis Data"

Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:21 WIB
Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran bersama jajaran petinggi menggelar rapat analisa dan evaluasi capaian kinerja internal PBSI 2025, di Cipayung, 29 Oktober 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mulai serius memperkuat arah organisasi dan pembinaan prestasi.

Pada Rabu, 29 Oktober 2025, PBSI menggelar rapat analisa dan evaluasi pengurus masa bakti 2024–2028 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Rapat ini dibuka oleh Sekjen PBSI Ricky Soebagdja, dan dihadiri oleh Ketua Umum PBSI Fadil Imran, bersama jajaran wakil ketua seperti Taufik Hidayat, K.P.H Yudonegoro, dan Armand Darmadji.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-17 2025, Timnas Indonesia U-17 Siap Tempur di Grup Neraka

Dalam sambutannya, Fadil menegaskan bahwa PBSI saat ini tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, tetapi juga tengah menjalani fase transformasi budaya dan tata kelola organisasi.

Ia menilai, agar prestasi Indonesia terus berlanjut, sistem pembinaan harus kredibel, terukur, dan berbasis data.

"Transformasi yang kita bangun adalah menciptakan sistem juara yang berjalan terus-menerus. Semua keputusan harus berbasis data, dan kualitas pembinaan harus bisa diukur secara jelas," ujar Fadil.

Baca Juga: Kemenpora Tuntaskan Review 35 Cabor, Target Tiga Besar di SEA Games 2025 Masih On Track

Fadil juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas bidang dalam tubuh PBSI.

Ia ingin setiap pengurus bekerja dengan serius, disiplin, dan dapat dipertanggungjawabkan, demi menjawab harapan masyarakat agar bulutangkis Indonesia tetap berprestasi di level dunia.

Rapat evaluasi kali ini mencakup laporan dari Komite Etik, Audit Internal, Sekretariat Jenderal, dan Bendahara, serta berbagai bidang teknis yang dipimpin langsung oleh masing-masing kepala bidang.

Baca Juga: Marak Isu PSSI di Medsos, Aiman Sampai Klarifikasi

Melalui forum ini, PBSI berharap seluruh bidang bisa meningkatkan koordinasi, mengenali tantangan, dan membuka peluang perbaikan ke depan.

Rapat semacam ini juga akan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali, sebagai langkah nyata memperkuat transparansi dan akuntabilitas organisasi.

Dengan semangat perubahan dan kerja kolektif, PBSI berkomitmen menjaga tradisi emas bulutangkis Indonesia tetap hidup

Tags

Terkini