SportlinkNews - Indonesia menutup Australia Open 2025 dengan dua gelar juara dari sektor ganda putra dan ganda putri. "All Indonesia Finals" yang tercipta di dua nomor tersebut memastikan Merah-Putih pulang dengan hasil positif.
Di sektor ganda putra, kejutan besar hadir dari pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Mereka tampil matang saat menghadapi senior sekaligus sesama penghuni pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pada final yang berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Minggu, 23 November 2025.
Baca Juga: Kalahkan Bhayangkara FC, PSIM Yogya Pertahankan Tren Positif di Pekan ke-13 Super League 2025/26
Lewat duel ketat bertempo tinggi, Raymond/Joaquin menang 22-20, 10-21, 21-18 dan meraih gelar perdana mereka di level BWF Super 500.
Joaquin mengakui, memahami karakter pasangan senior yang sudah lama berlatih bersama menjadi salah satu kunci kemenangan. Namun, ia menegaskan bahwa fokus dan ketahanan mental justru menjadi faktor utama.
"Kami sudah sangat sering latihan bersama, jadi tahu kelebihan masing-masing. Yang penting tidak boleh kendur. Lawan punya pengalaman banyak, dan kalau lengah sedikit saja, poin bisa hilang cepat," ujar Joaquin.
Baca Juga: Persebaya Akhiri Kerja Sama dengan Eduardo Perez Usai Ditahan Imbang Arema FC
Kemenangan ini mereka dedikasikan untuk sektor ganda putra pratama. Raymond menambahkan bahwa gelar pertama di level ini harus menjadi motivasi, bukan tekanan.
Fajar Alfian mengapresiasi penampilan juniornya meski kembali tidak puas sebagai runner-up untuk keempat kalinya pada musim ini.
Pada sektor ganda putri, laga final tak kalah dramatis.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum berhasil mengamankan gelar setelah menjalani pertandingan penuh tensi melawan sesama pasangan muda, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Baca Juga: Hasil Super League: Persita Tahan Malut United, VAR Batalkan Gol Indah Hokky Caraka
Pertarungan tiga gim berakhir 18-21, 21-19, 23-21 bagi Rachel/Febi. Rachel tak dapat menyembunyikan rasa harunya usai memastikan gelar perdana sebagai pasangan.
"Puji Tuhan kami bisa juara. Ini hasil dari latihan dan proses yang panjang sejak dipasangkan. Gelar ini sangat berarti," ucap Rachel dengan penuh emosi.
"Gelar ini saya impikan. Tidak mudah untuk mencapainya karena banyak pengorbanan yang harus dilewati," kata Febi.