SportlinkNews - Bila Tim Bulutangkis Putri harus lebih dulu berjuang di babak perempat final nomor beregu SEA Games 2025, Tim Putra-yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja-mendapatkan keuntungan dengan langsung melangkah ke babak semifinal
Hasil undian yang berlangsung di Kamis, 6 Desember 2025, Tim Bulutangkis Putra Indonesia langsung mendapatkan bye di 8 Besar. Sehingga otomatis, putra Merah Putih menebus babak semifinal.
Sabar Karyaman Gutama dan kawan-kawan kini tinggal menanti lawan mereka. Melihat undian, Singapura berpotensi besar akan menjadi calon lawan Indonesia di babak 4 Besar.
Baca Juga: Laga Hidup-Mati Kontra Singapura, Garuda Pertiwi Siap Tempur demi Tiket Semifinal SEA Games 2025
Ini mengingat di perempat final, Singapura akan berhadapan dengan Laos, yang notabene di atas kertas kekuatannya jauh di bawah Negeri Singa tersebut.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian mengatakan bahwa hasil undian ini sesuai dengan prediksi mereka sejak awal. Dibandingkan putri, tim putra dinilai memang memiliki peluang lebih besar untuk bisa mempertahankan medali emasnya.
Sementara untuk putri, di atas kertas melihat undian, target paling realistis adalah mencapai semifinal.
Baca Juga: PSSI Awards 2026 Diluncurkan: 17 Kategori Siap Diperebutkan, Voting Publik Dibuka Januari
"Bila menang dari Myanmar, maka besar kemungkinan Indonesia akan bertemu dengan Malaysia. Melihat peluang tentu berimbang, meski butuh kerja ekstra keras," ucapnya.
Ia pun menegaskan bila PBSI sudah memetakan calon lawan baik di sektor putra maupun Putri. Pemetaan ini melihat dari evaluasi head to head, dan kondisi terkini para pemain kedua negara.
"Dari undian ini kami bisa lebih mempersiapkan strategi khusus. Kami sudah antisipasi siapa saja yang mungkin dihadapi di setiap babak," tambah Eng Hian.
Baca Juga: Aset Olahraga Banyak Terbengkalai, Menpora Dorong Kerja Sama Swasta–Daerah
Namun, mantan pelatih ganda putri ini mengatakan pihaknya tidak mau berbicara terlalu jauh. Saat ini, yang terpentin, menurutnya, adalah bagaimana para pemainnya, khususnya di putri bisa melewati pertandingan pertamanya dengan performa terbaik.