bulutangkis

Target 4 Emas Gagal, Menpora Malaysia Nilai Rexy Mainaky Tak Perlu Disalahkan

Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:00 WIB
Menpora Malaysia menanggapi kegagalan bulu tangkis di SEA Games 2025 dan menegaskan Rexy Mainaky tak perlu menanggung tanggung jawab sendirian. (BWF)

Legenda bulu tangkis Indonesia yang kini menjadi figur penting di BAM tersebut bahkan menyatakan kesiapannya untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Cukur Persis Solo 5-1, Kado Selamat Datang Bagi Milomir Seslija

Namun, langkah tersebut justru memicu respons dari pemerintah Malaysia.

“Kita perlu memahami perencanaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk bulu tangkis,” ujar Taufiq Johari, dikutip dari New Straits Times.

“SEA Games adalah salah satu tonggak sejarah. Mereka mungkin belum mencapainya, tetapi mereka bisa mencapainya di turnamen lain yang berbeda.”

Baca Juga: Presiden Prabowo Puji Perjuangan Atlet Indonesia Usai Raih 91 Emas di SEA Games 2025

“Selama mereka tetap berada dalam tonggak pencapaian yang telah ditetapkan, itu menunjukkan bahwa kita masih berada di jalur yang benar."

"Kita tidak boleh bereaksi secara impulsif di mana satu kompetisi yang tidak berhasil menjadi vonis mati.”

“Rexy mungkin sangat kecewa dengan hasil SEA Games, tetapi presiden BAM juga telah menegaskan bahwa ini adalah tanggung jawab bersama,” lanjut Johari.

Baca Juga: Tambahan Dua Perunggu di Hari Terakhir, Indonesia Tuntaskan SEA Games 2025 dengan 333 Medali

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegagalan di SEA Games 2025 tidak seharusnya dijadikan dasar untuk mengambil keputusan drastis.

Sebelumnya, Ketua BAM Zafrul Abdul Aziz juga menyampaikan sikap serupa dengan menekankan pentingnya peran Rexy dalam pengembangan jangka panjang bulu tangkis Malaysia.

“Saya menghargai keterbukaan Rexy, dan pendirian saya jelas, kami masih membutuhkannya."

Baca Juga: Madura United FC Boyong Pemain Baru Demi Mendongkrak Posisi Klasemen Super League 2025/26

"Pengalaman dan filosofi pengembangan tidak dapat diukur hanya dengan satu turnamen. Membangun tim nasional adalah proses jangka panjang,” kata Abdul Aziz.

Halaman:

Tags

Terkini