Emas di nomor ini, direbut oleh Malaysia yang menang telak 2-0 atas Vietnam di laga final.
Sementara di tim beregu putri yang menerapkan format single round robin, Indonesia hanya mendapatkan satu kemenangan dari tiga pertandingan yang dilakoni di preliminary A.
Satu kemenangan itu dipetik saat berhadapan dengan Malaysia 2-0, sedangkan dua kekalahan didapat saat berhadapan dengan Vietnam dan Thailand.
Baca Juga: John Herdman Segera Diumumkan sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Sedangkan untuk cabor renang perairan terbuka, Indonesia tanpa medali setelah finis di posisi keempat.
Catatan waktu yang dihasilkan wakil Indonesia 1 jam 21,33 menit masih jauh dari capaian peraih emas asal Vietnam yang menghasilkan waktu tercepat 1 jam 12,18 menit.
Sementara raihan perenang Singapura dengan waktu 1 jam 12,53 menit membuatnya berhak atas medali perak. Perunggu akhirnya diambil oleh perenang tuan rumah, Thailand dengan catatan waktu 1 jam 14,27 menit.
Baca Juga: Hadapi Dewa United Banten FC, Kapten Persis Solo Sho Yamamoto: Persiapan Kita adalah untuk Menang
Dengan tambahan dua perunggu, secara keseluruhan, Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 dengan total 333 medali, yang terdiri atas 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Capaian tersebut menjadi penanda berakhirnya mimpi buruk panjang sekaligus awal optimisme baru bagi prestasi olahraga nasional di level yang lebih tinggi.
Raihan tersebut menempatkan SEA Games 2025 sebagai pencapaian tandang terbaik ketiga Indonesia sepanjang keikutsertaan sejak 1977.
Sebelumnya, catatan tertinggi masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, disusul Manila 1991 dengan 92 emas.
Lebih dari sekadar angka, perolehan 91 emas ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 32 tahun. Terakhir kali Indonesia mampu meraih emas lebih banyak di luar negeri terjadi pada SEA Games Singapura 1993 dengan 88 emas.
Setelah itu, berbagai edisi tandang selalu menjadi tantangan berat, termasuk di Kamboja 2023 yang "hanya" menghasilkan 87 emas.
Baca Juga: Demi Meraih Prestasi Dunia KONI Pusat Jalin Kerja Sama Strategis dengan Korea
Pengamat olahraga Gatot S. Dewa Broto menilai capaian ini sebagai sinyal kebangkitan Indonesia di level Asia Tenggara.
Menurutnya, status non-tuan rumah selama ini kerap menjadi batu sandungan, namun akhirnya berhasil ditembus oleh para atlet di Thailand.
"Selama lebih dari tiga dekade, kita selalu bertanya kapan bisa kembali berjaya saat bertanding di luar negeri. Sekarang jawabannya sudah ada," ujar Gatot
"Indonesia berhasil memutus catatan kurang ideal itu dengan torehan 91 emas. Ini bukan sekadar prestasi, tapi momentum penting," tambahnya.
Hasil ini pun dinilainya sebagai fondasi penting untuk menatap agenda yang lebih besar.
Artikel Terkait
Nafuzi Zain Bangga Usai Malaysia Amankan Medali Perunggu SEA Games 2025
Futsal dan Ice Hockey Jadi Pembeda, Indonesia Hampir Pastikan Runner-up SEA Games 2025
Tradisi Emas Voli Putra Indonesia Terhenti di SEA Games 2025
Hoki Es Ukir Sejarah, Hockey Indoor Penuhi Target Medali di SEA Games 2025
Indonesia Runner up SEA Games 2025 Thailand, Ulangi Pencapaian Rekor Tiga Dekade Silam