SportlinkNews - Setelah satu tahun menanti, Anthony Sinisuka Ginting akhirnya kembali merasakan denyut Istora Senayan di Indonesia Masters 2026.
Bagi sang tunggal putra, momen ini bukan sekadar comeback di turnamen, melainkan perjumpaan emosional dengan panggung yang lama ia rindukan setelah dihantam cedera bahu dan rangkaian pemulihan yang berliku.
Langkah pertamanya di turnamen BWF Super 500 ini pun berjalan mulus. Ginting tampil lepas dan penuh kendali saat menghadapi wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Duel Inter Milan vs Arsenal di Liga Champions 2025/26
Dalam tempo singkat 37 menit, ia mengunci kemenangan dua gim langsung 21-12, 21-7, sekaligus memastikan tiket ke babak utama. Hasil ini menjadi penanda bahwa kepercayaan dirinya perlahan mulai kembali.
Perjalanan menuju titik ini tidak singkat. Sempat menepi cukup lama sejak awal tahun lalu mengalami cedera bahu, Ginting perlahan bangkit dan kembali bertanding pada pertengahan musim 2025.
Namun, setelah tampil hingga French Open 2025 pada Oktober lalu, masalah pada pinggang kembali memaksanya mundur.
Baca Juga: Liga Champions Kembali Bergulir di Matchday 7, Arsenal akan Diuji oleh Inter Milan
Indonesia Masters 2026 pun menjadi panggung comeback terbarunya, bahkan dengan kepastian tampil yang baru didapat jelang pertandingan usai promosi dari daftar tunggu.
Ketika kembali melangkah ke lapangan Istora, menurutnya ada perasaan yang berbeda. Ada rasa tegang, bercampur dengan rindu, gugup, dan rasa syukur.
Namun yang mengejutkannya, sambutan penonton. Di luar perkiraannya, tribun Istora sudah cukup ramai sejak hari pertama kualifikasi, ketika dirinya bertanding.
Baca Juga: Persiapan Piala Dunia 2026, Jepang Jajal Kekuatan Inggris dan Skotlandia
"Ini di luar ekspektasi saya. Biasanya pada hari pertama kualifikasi penonton belum terlalu banyak, tetapi tadi cukup ramai," ungkapnya usai pertandingan.
Atmosfer Istora yang selama ini dikenal keras dan penuh energi justru menghadirkan emosi campur aduk bagi Ginting, yang kini harus memulai lagi dari babak kualifikasi sebagai konsekuensi dari proses pemulihan panjang.
Tanpa memasang target muluk, pemain yang kini berada di peringkat 76 dunia itu memilih menikmati setiap kesempatan bertanding.
Baca Juga: Satria Muda Makin Solid dengan Sistem yang Dibangun Djordje Jovicic
Bagi Ginting, memulai dari bawah hanyalah bagian dari pengulangan perjalanan yang pernah ia lalui saat berjuang menembus jajaran atas.
Secara mental, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo ini mengaku siap menata ulang langkahnya, satu pertandingan demi satu pertandingan.
"Tahun lalu tidak mudah buat saya. Banyak ujian dan jalannya tidak mulus. Memasuki 2026, saya mencoba merefleksikan semuanya. Ini memang jalan yang harus saya tempuh, bisa dibilang mulai dari awal lagi," tegasnya.
Baca Juga: Unai Emery Sebut Aston Villa Belum Siap Jadi Pesaing Lima Besar
Tantangan berikutnya menanti di babak pertama, saat Anthony akan berhadapan dengan Julien Carraggi dari Belgia. Ini adalah pertemuan perdana yang kembali membuka lembaran baru dalam perjalanannya.