SportlinkNews - Atmosfer pesta rakyat bulutangkis dipastikan kembali hadir di Tanah Air melalui Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang akan digelar pada 20–25 Januari 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Turnamen ini bukan sekadar arena persaingan para atlet terbaik dunia, tetapi juga momentum kebangkitan kebanggaan dan kegembiraan masyarakat Indonesia terhadap olahraga bulutangkis.
Lebih dari sebuah turnamen internasional, Daihatsu Indonesia Masters 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara prestasi dan publik.
Baca Juga: Wayne Rooney Mau Banget Bantu Carrick Latih Manchester United
Dengan konsep inklusif, masyarakat tidak hanya dapat menyaksikan langsung pertandingan kelas dunia, tetapi juga menikmati beragam aktivitas dan hiburan di area luar venue.
Bulutangkis pun dihadirkan lebih dekat sebagai bagian dari kehidupan, kebersamaan, dan perayaan bersama.
Seperti diketahui dalam beberapa tahun belakangan, penyelenggaraan turnamen bulutangkis di Indonesia khususnya master dan open mengalami penurunan peminat karena mahalnya tiket pertandingan.
Baca Juga: Carlos Pena Semringah Persita Masuk Lima Besar, Minta Pemain Tetap Fokus di Putaran Kedua Super League 2025/26
Namun, di edisi barunya ini, PBSI berusaha mengembalikan lagi atmosfer bulutangkis Indonesia yang sangat dicari oleh para pemain asing, yakni meriah dan riuh.
Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai momentum menghidupkan kembali antusiasme masyarakat terhadap bulutangkis.
"Istora GBK adalah rumah besar bulutangkis Indonesia. Di tempat inilah sejarah, semangat, dan prestasi bertemu," ujar Budiharto.
Baca Juga: Kinerja Buruk Sepanjang Putaran Pertama Super League, Manajemen Persis akan Evaluasi Total
"Daihatsu Indonesia Masters 2026 kami hadirkan sebagai perayaan bulutangkis yang dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat," tambahnya.
Ia menjelaskan, selain pertandingan, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan dan aktivitas menarik di area luar venue yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
"Kami mengusung konsep pesta rakyat yang inklusif. Masyarakat bisa datang, merasakan atmosfer Istora, dan menikmati hiburan bersama keluarga. Harapannya, bulutangkis benar-benar menjadi milik semua," jelasnya.
Baca Juga: Usai Tekuk Malut United FC, Bernardo Tavares Siapkan Persebaya Hadapi Kerasnya Putaran Kedua Super League 2025/26
Dari sisi kesiapan, panitia memastikan seluruh aspek penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari arena pertandingan, fasilitas atlet dan ofisial, hingga kenyamanan serta keamanan penonton.
Istora GBK disiapkan dengan standar internasional guna memastikan pertandingan berlangsung optimal.
Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, menegaskan bahwa Daihatsu Indonesia Masters memiliki makna strategis bagi bulutangkis nasional.
Baca Juga: Studi Ungkap Akar Masalah Kerusakan Sendi Kronis Manula
Turnamen ini dinilai bukan hanya penting dari sisi prestasi, tetapi juga sebagai etalase karakter dan nilai-nilai olahraga Indonesia di mata dunia.
"Daihatsu Indonesia Masters bukan sekadar turnamen, melainkan bagian dari identitas bulutangkis Indonesia yang menjunjung sportivitas, semangat juang, dan fair play," ujar Fadil.
"Juga sekaligus mencerminkan upaya merawat prestasi serta membangun kebanggaan publik secara berkelanjutan," tukasnya kemudian.
Baca Juga: Jebolan PSG dan Liverpool, Mamadou Sakho Resmi Pensiun dari Sepak Bola Profesional
Menurut Fadil, penyelenggaraan turnamen di Istora GBK selalu memiliki nilai historis dan emosional tersendiri.
Dukungan penonton Indonesia yang dikenal penuh semangat namun tetap menjunjung sportivitas menjadi kekuatan unik yang membedakan Indonesia dari negara lain.
"Atmosfer Istora adalah warisan bulutangkis Indonesia. Dukungan publik yang positif dan beretika menjadi energi bagi atlet, sekaligus cerminan kedewasaan kita sebagai bangsa pencinta olahraga. Ini yang harus terus kita jaga," lanjutnya.
Baca Juga: Marcus Rashford Ketagihan Angkat Trofi di Barcelona
Fadil menambahkan, Daihatsu Indonesia Masters 2026 sejalan dengan visi PBSI untuk menjadikan bulutangkis sebagai sumber kebanggaan dan kegembiraan bangsa.
Turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mencintai bulutangkis sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berprestasi.
"Bagi PBSI, event ini adalah bagian dari proses panjang membangun ekosistem bulutangkis yang kuat, mulai dari atlet elite, pembinaan usia muda, hingga keterlibatan publik. Prestasi dan kebanggaan harus tumbuh bersama," tegasnya.
Artikel Terkait
Man Wei Chong/Tee Kai Wun Tetap Rendah Hati Usai Juarai Indonesia Masters 2025
Tribute to The Daddies, Hendra/Ahsan Sampaikan Salam Perpisahan di Final Indonesia Masters 2025
Kawinkan Gelar Tunggal Indonesia Masters 2025 Bikin Thailand Diperhitungkan
Indonesia Borong Empat Gelar di Indonesia Masters II 2025, PBSI Puji Pembinaan Atlet
BWF Kembali Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026