SportlinkNews - Sebanyak 13 wakil Indonesia masuk dalam daftar peserta All England Open 2026 yang akan berlangsung pada 3-8 Maret mendatang.
Daftar tersebut merujuk pada entry list yang dirilis Badminton World Federation untuk turnamen level Super 1000 tersebut.
Meski secara total jumlahnya cukup banyak, komposisi kekuatan Merah Putih justru terlihat timpang di sektor tunggal. Indonesia hanya menurunkan dua pemain di tunggal putra dan satu pemain di tunggal putri.
Baca Juga: Semifinal Coppa Italia: Siapa yang Dihadapi Inter, Lazio, Atalanta, dan Como, Kapan?
Di nomor tunggal putra, harapan bertumpu pada Jonatan Christie yang akan didampingi debutan Alwi Farhan.
Alwi mendapatkan kesempatan tampil setelah menunjukkan performa menjanjikan, termasuk gelar Indonesia Masters 2026 level Super 500.
Namun, tampil di All England menghadirkan tantangan berbeda, mengingat atmosfer dan tekanan turnamen ini dikenal jauh lebih besar.
Baca Juga: Undian Piala Asia 2026: Timnas Indonesia di Grup Neraka, Vietnam Tantang Korsel
Sementara itu, di sektor tunggal putri, Indonesia hanya mengandalkan satu nama, yakni Putri Kusuma Wardani.
Minimnya jumlah wakil di sektor ini membuat beban Putri terbilang berat, terlebih persaingan tunggal putri dunia saat ini dihuni banyak pemain papan atas dengan konsistensi tinggi.
Kondisi tersebut kontras dengan sektor ganda yang justru menjadi andalan.
Baca Juga: Eleonora Incardona Menggoda Penggemar Tanpa Bra
Di ganda putra, Indonesia menurunkan lima pasangan, termasuk kombinasi baru yang melibatkan Fajar Alfian bersama Muhammad Shohibul Fikri serta Muhammad Rian Ardianto yang kini berduet dengan Rahmat Hidayat.
Selain itu, ada pula Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang akan melakoni debutnya.
Pada sektor ganda putri, tiga pasangan diturunkan, yakni Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.
Baca Juga: Eleonora Incardona Menggoda Penggemar Tanpa Bra
Adapun di ganda campuran, Merah Putih diwakili Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Sejak pertama kali digelar pada 1899, Indonesia telah mengoleksi 34 gelar All England dari berbagai sektor. Gelar perdana diraih pada 1968 melalui Rudy Hartono di tunggal putra serta pasangan Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah di ganda putri.
Terakhir, Indonesia berjaya pada 2024 lewat Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Baca Juga: Anthony Joshua Bikin Tato sebagai Penghormatan yang Menyentuh Hati
Dengan komposisi saat ini, sektor ganda kembali diproyeksikan menjadi tulang punggung perolehan prestasi. Sebaliknya, sektor tunggal menghadapi ujian berat karena minimnya wakil yang diturunkan.
Tantangan tersebut menuntut konsistensi dan ketahanan ekstra, terutama bagi Jonatan dan Putri yang akan memikul ekspektasi besar di Birmingham.