bulutangkis

Tahan Tekanan, Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England 2026

Rabu, 4 Maret 2026 | 22:51 WIB
Unggulan kelima, Jonatan Christie lewati rintangan pertamanya di All England 2026. Ia dibuat kerja keras oleh wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh sebelum akhirnya menang. (PBSI)

SportlinkNews - Unggulan keempat Indonesia, Jonatan Christie, sukses melewati rintangan pertamanya di All England 2026.

Meski harus bertarung tiga gim, ia mampu mengatasi wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, dengan skor 21-11, 10-21, 21-15 di Utilita Arena, Birmingham,, 4 Maret 2026 

Jojo, sapaan akrabnya, mengawali laga dengan solid. Permainan agresif dan kontrol reli yang rapi membuatnya mendominasi gim pertama 21-11.

Baca Juga: Kekalahan Beruntun Membuat Real Madrid Terpuruk dalam Perebutan Gelar La Liga

Namun situasi berbalik pada gim kedua. Lawan mampu memanfaatkan momentum dan memaksa Jonatan banyak melakukan kesalahan sendiri hingga skor melebar 10-21.

Memasuki gim penentuan, Jonatan tampil lebih tenang. Ia mengurangi risiko, memperpanjang reli, dan memaksimalkan power di momen yang tepat untuk mengunci kemenangan 21-15.

Usai pertandingan, Jonatan mengungkapkan adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Kondisi Striker Persib Sergio Castel Kembali Pulih, Siap Turun Hadapi Persik Kediri

"Tidak menyangka shuttlecock-nya lumayan berat dan tidak ada angin, mirip dengan kondisi All England 2024 tapi lajunya lebih lambat. Jadi harus lebih banyak menggunakan tenaga dan power," ungkapnya.

"Harus lebih sabar dan lebih tenang karena beberapa pukulan tidak pas, smash-nya seperti agak berhenti,".

All England 2026 menjadi salah satu target utama Jonatan musim ini.

Baca Juga: Barcelona 3-0 Atletico Madrid: Menang Telak, Blaugrana Tetap Tersingkir

Setelah terakhir tampil di India Open, ia mengaku memaksimalkan persiapan menuju turnamen level BWF Super 1000 tersebut, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun strategi permainan.

Ia juga menyoroti ketatnya persaingan tunggal putra tahun ini. Sejumlah kejutan terjadi pada hari-hari awal turnamen, termasuk tersingkirnya unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi, di babak pertama.

"Inilah turnamen besar, tekanannya pasti terasa, apalagi di laga pembuka yang selalu tidak mudah. Kami harus mencari feel permainan terlebih dahulu, sementara level pemain sekarang semakin merata," imbuh Jonatan.

Baca Juga: Resmi: Galatasaray Didenda dan Penggemar Dilarang Masuk Stadion setelah Insiden Kekerasan Melawan Juventus

"Banyak pemain bagus dan pemain muda yang siap menang. Karena itu, setiap pertandingan harus dianggap seperti final."

Pada babak 16 besar, Jonatan akan menghadapi wakil Chinese Taipei, Lin Chun-Yi, yang sebelumnya menyingkirkan kompatriotnya, Wang Tzu Wei, di babak pertama.

Keduanya sudah lima kali bertemu dengan rekor yang cukup ketat, namun Jonatan masih unggul dalam pertemuan tersebut.

Tags

Terkini